Tak Cukup Punya Disaster Plan, RSUD Mataram Latih 60 Peserta Hadapi Bencana

Selasa, 15 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta mengikuti Workshop Nasional MATRIX di Aula RSUD Kota Mataram, Senin (14/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Peserta mengikuti Workshop Nasional MATRIX di Aula RSUD Kota Mataram, Senin (14/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi bencana tak cukup hanya mengandalkan dokumen perencanaan. RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memperkuat kemampuan tersebut melalui Workshop Nasional MATRIX (Mataram Disaster Response & Evacuation Drill) yang digelar pada 14-15 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula RSUD Kota Mataram itu melibatkan 60 peserta dari berbagai profesi kesehatan. Mereka terdiri atas dokter, perawat, tenaga kesehatan masyarakat, sanitasi lingkungan, bidan, apoteker, elektromedis, nutrisionis, epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan, administrasi kesehatan, perekam medis hingga sejumlah dokter spesialis.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., mengatakan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki posisi strategis saat terjadi kondisi darurat. Rumah sakit tetap dituntut memberikan pelayanan meski bencana dapat mengganggu operasional dan keselamatan di dalam fasilitas.

“Workshop Nasional MATRIX ini merupakan bagian dari upaya kita bersama dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas agar dapat memiliki kesiapsiagaan yang tinggi dalam menghadapi potensi bencana,” ujar dr. Eka dalam sambutannya.

Menurut dia, keberadaan Hospital Disaster Plan (HDP) harus disertai latihan dan simulasi secara berkala. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga diperlukan agar setiap unsur di rumah sakit memahami peran masing-masing ketika menghadapi krisis.

“Materi dan simulasi yang diberikan dalam workshop ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta dalam melatih kesiapan taktis, koordinasi komando serta kemampuan teknis operasional dalam menghadapi berbagai potensi bencana,” katanya.

Dalam MATRIX, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menjalani praktik yang berkaitan langsung dengan penanganan keadaan darurat. Materi yang diberikan antara lain Hospital Incident Command System (HICS), situational awareness dan aktivasi bencana, perlindungan diri dan dekontaminasi, triage bencana, evakuasi pasien, pemadaman api awal, penilaian kelayakan bangunan pascagempa, serta surge capacity dan surge capability.

Sejumlah simulasi juga dilakukan untuk menguji kemampuan peserta menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Peserta dilatih melakukan evakuasi pasien, triage, penggunaan alat pelindung diri, pemeriksaan kondisi bangunan setelah gempa, peningkatan kapasitas pelayanan hingga pemadaman api awal menggunakan APAR.

Pada penilaian bangunan pascagempa, peserta mempelajari cara mengenali kerusakan struktural dan nonstruktural, melakukan pemeriksaan visual, menentukan tingkat kerusakan, serta menyusun rekomendasi tindak lanjut.

Sementara dalam materi surge capacity, peserta dibekali pemahaman mengenai pengaturan kapasitas tempat tidur, redistribusi tenaga, pengelolaan logistik darurat dan penyediaan area pelayanan sementara.

Kebutuhan terhadap kesiapsiagaan tersebut berkaitan dengan beragam ancaman yang dapat muncul sewaktu-waktu. Dalam bahan pelatihan, kondisi darurat mencakup bencana alam seperti gempa bumi, bencana nonalam hingga kejadian yang berkaitan dengan kegagalan teknologi.

Situasi tersebut dapat berdampak terhadap pasien, pengunjung dan tenaga kesehatan, sekaligus mengganggu keberlangsungan pelayanan rumah sakit. Karena itu, respons bencana membutuhkan sistem komando, koordinasi lintas profesi dan kemampuan teknis yang dapat diterapkan di lapangan.

Workshop ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai bidang kegawatdaruratan, kebencanaan, keselamatan dan manajemen rumah sakit. Mereka antara lain Akhmad Muzaki, M.S.Pt., dr. Eko Widya Nugroho, Sp.EM, dr. Bayu Setia, Sp.JP., FIHA, I Wayan Suwena, S.H., M. Kurniawan Jauhari, S.Kep., Ners, Indah, ST., MT., Ns. Antoni Eka Fajar Maulana, M.Kep., Desy Utami, SE., MM., Nasrullah, SH., serta Lalu Satriwan, S.H.

Keterlibatan peserta dari berbagai profesi menjadi bagian penting dalam latihan tersebut. Penanganan bencana di rumah sakit tidak hanya membutuhkan tenaga medis dan keperawatan, tetapi juga unsur keselamatan, logistik, administrasi dan manajemen.

Dr. Eka berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif dan membawa hasil pembelajaran ke fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta mampu mengimplementasikan hasil workshop ini dalam praktik sehari-hari di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing,” ujarnya.

Bagi RSUD H. Moh. Ruslan, MATRIX sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan sistem penanggulangan bencana yang telah dimiliki. Evaluasi tersebut diperlukan untuk menemukan kesenjangan dalam Hospital Disaster Plan sehingga perbaikan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Kesiapsiagaan, dengan demikian, tidak berhenti pada kemampuan merespons ketika bencana terjadi. Sistem tersebut mencakup kesiapan sebelum kejadian, respons saat kondisi darurat berlangsung, hingga pemulihan setelah bencana.

Melalui Workshop Nasional MATRIX, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menempatkan penguatan kapasitas dan koordinasi lintas profesi sebagai bagian dari upaya membangun layanan kesehatan yang lebih tangguh menghadapi situasi krisis.

“Siap sebelum bencana, tanggap saat bencana, dan pulih dengan lebih baik setelah bencana,” menjadi semangat yang diusung dalam Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru