Tak Tahan Bau Busuk, Warga Desa Made Lamongan Adukan Usaha Tempe ke Kades

Rabu, 29 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi pembuangan limbah usaha pembuatan tempe yang dikeluhkan warga RT 02 RW 02 Desa Made, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Lokasi pembuangan limbah usaha pembuatan tempe yang dikeluhkan warga RT 02 RW 02 Desa Made, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Warga RT 02 RW 02 Desa Made, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, mengeluhkan bau busuk yang diduga berasal dari limbah usaha pembuatan tempe milik Haji Anjik. Keluhan tersebut disampaikan secara resmi melalui surat pengaduan kepada Kepala Desa Made pada Juli 2026.

Surat yang ditandatangani 11 warga itu menyebut limbah usaha tempe menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar. Warga meminta pemerintah desa segera mengambil langkah penyelesaian.

“Kami warga yang berdekatan dengan usaha pembuatan tempe milik Haji Anjik merasa tercemar bau busuk limbah. Untuk itu kami mohon bantuan pada Kepala Desa untuk menyelesaikan secepatnya karena kami merasa terganggu,” tulis warga dalam surat pengaduan.

Kepala Desa Made, Eko Widiyanto, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan surat aduan warga telah diterima dan langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah desa.

“Iya benar, pada tanggal 26 kemarin warga mengadukan bersurat dan sudah kami respon. Sebagai langkah tindak lanjut, Insya Allah besok pagi akan kita lakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mencari langkah solusi yang terbaik,” ujar Eko.

Menurutnya, usaha produksi tempe tersebut telah beroperasi kurang lebih satu tahun. Pemerintah desa tidak melarang aktivitas usaha masyarakat, namun meminta agar kegiatan usaha tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar.

“Kami pemerintah desa tidak melarang usaha, namun jangan sampai mengganggu lingkungan warga sekitarnya,” jelasnya.

Persoalan ini mendapat perhatian pemerintah desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat setempat. Langkah mediasi disiapkan untuk mencari solusi atas keluhan yang disampaikan warga.

Camat Lamongan Agus Hendrawan saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa aduan tersebut telah mendapat respons dari pemerintah desa. “Berkaitan dengan hal itu sudah mendapatkan respon oleh Kepala Desa Made, jadi langsung saja kepada Kepala Desa,” ujarnya.

Warga berharap mediasi antara pemerintah desa dan pemilik usaha dapat segera dilakukan sehingga persoalan limbah pembuatan tempe tidak berlarut-larut dan tidak berdampak pada kesehatan maupun kenyamanan lingkungan sekitar.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Toko Sembako di Lamongan Terbakar Dini Hari, Kerugian Capai Rp100 Juta
Pengeroyokan Brutal di Kendal Tewaskan Pemuda 29 Tahun, Lima Pelaku Ditangkap
Dua Kebakaran Terjadi dalam Sehari di Lamongan, Ini Penyebabnya
Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas
Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:42

Toko Sembako di Lamongan Terbakar Dini Hari, Kerugian Capai Rp100 Juta

Rabu, 4 November 2026 - 23:53

Pengeroyokan Brutal di Kendal Tewaskan Pemuda 29 Tahun, Lima Pelaku Ditangkap

Rabu, 4 November 2026 - 19:59

Dua Kebakaran Terjadi dalam Sehari di Lamongan, Ini Penyebabnya

Senin, 2 November 2026 - 05:26

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Berita Terbaru