Tender RSUD Sedati Rp47,5 M Disorot, DPRD Warning Risiko Proyek Mangkrak Terulang

Selasa, 26 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Tender pembangunan gedung RSUD Sedati senilai Rp47,5 miliar kini memasuki tahap evaluasi administrasi, teknis, hingga penawaran harga. Namun, proses lelang proyek strategis layanan kesehatan itu mulai disorot setelah muncul keluhan soal persyaratan tender yang dinilai mempersempit persaingan.

Sorotan muncul pada syarat surat dukungan gas medik yang dianggap menjadi faktor penentu dalam seleksi peserta. Bahkan, salah satu kontraktor nasional memilih mundur karena menilai aturan tersebut berpotensi memengaruhi kompetisi.

“Persyaratannya tampak mudah, tapi justru bisa jadi faktor penentu dalam persaingan tender,” ujar seorang kontraktor.

Tender RSUD Sedati sendiri telah berjalan hampir satu bulan. Berdasarkan data LPSE, sebanyak 90 perusahaan konstruksi dari berbagai daerah ikut mendaftar, mulai Sidoarjo, Surabaya, Semarang, Bekasi hingga Jakarta. Namun hanya 11 perusahaan yang lolos ke tahap penawaran harga.

Kondisi itu memicu perhatian DPRD Sidoarjo. Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo H. Emir Firdaus meminta Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) lebih hati-hati menentukan pemenang tender.

Ia mengingatkan kegagalan proyek tahun lalu yang berakhir pemutusan kontrak tidak boleh kembali terjadi pada pembangunan RSUD Sedati yang menjadi kebutuhan masyarakat Sidoarjo timur.

“Panitia harus benar-benar cermat saat evaluasi. Jangan sampai proyek mangkrak lagi,” tegas Emir.

Politisi PAN itu menilai penetapan pemenang tidak cukup hanya berdasarkan harga termurah. Menurutnya, kemampuan teknis dan rekam jejak kontraktor harus menjadi perhatian utama agar proyek tidak bermasalah di tengah jalan.

“Semua tahapan harus sesuai aturan dan transparan agar tidak merugikan pengadaan,” katanya.

Dalam dokumen penawaran, harga terendah diajukan PT Chiko Karya Pratama Semarang sebesar Rp37,652 miliar. Disusul PT Sultan Sukses Mandiri Jakarta Rp39,900 miliar dan PT Lestari Asi Sejahtera Bekasi Rp40,002 miliar.

Proyek RSUD Sedati kini menjadi perhatian publik karena dinilai penting untuk memperkuat layanan kesehatan di kawasan timur Sidoarjo yang terus berkembang. “Publik pun menunggu apakah proses evaluasi benar-benar berjalan objektif atau justru kembali memunculkan polemik baru, “pungkasnya.

Penulis : Rino

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru