Terak Bulan Bangkalan Dorong UMKM dan Cegah Stunting di Desa Geger

Sabtu, 2 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat membuka Terak Bulan di Desa Kombangan, Jumat (1/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat membuka Terak Bulan di Desa Kombangan, Jumat (1/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Event Terak Bulan yang digelar Pemerintah Kabupaten Bangkalan tak sekadar hiburan budaya. Kegiatan ini kini diarahkan menjadi penggerak ekonomi warga sekaligus sarana intervensi kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Digelar di Desa Kombangan, Kecamatan Geger, Jumat (1/5/2026), acara ini memadukan pentas seni lokal dengan kehadiran puluhan pelaku UMKM. Hasilnya, kawasan acara dipadati warga yang berburu produk sekaligus menikmati pertunjukan budaya.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim menegaskan, Terak Bulan dirancang sebagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Tidak hanya mengenalkan budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi UMKM dan penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, kehadiran stan UMKM memberi peluang bagi pelaku usaha kecil memperluas pasar. Produk lokal yang sebelumnya terbatas kini mendapat ruang promosi langsung ke konsumen.

Tak berhenti di situ, pemerintah juga menyisipkan agenda kesehatan. Bupati membagikan susu dan telur kepada ibu dan balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Langkah ini dinilai penting mengingat stunting masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah. Intervensi gizi langsung di kegiatan publik diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Ini bentuk kepedulian kami agar anak-anak tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Lukman.

Selain ekonomi dan kesehatan, Terak Bulan juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal. Di tengah derasnya arus globalisasi, pemerintah mendorong generasi muda tetap mengenal dan mencintai budaya daerah.

Beberapa budaya khas Bangkalan bahkan tengah diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, seperti Hong Bahhong, Nasi Serpang, dan Topak Ladeh.

Menurut Lukman, kecintaan terhadap budaya menjadi kunci keberlanjutan identitas daerah.

“Kalau generasi muda mencintai budayanya, maka pelestarian akan berjalan dengan sendirinya,” tambahnya.

Dengan konsep terpadu ini, Terak Bulan tidak lagi sekadar agenda seremonial. Program ini menjadi contoh pendekatan layanan publik yang menggabungkan ekonomi, kesehatan, dan budaya dalam satu kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Berita Terbaru