Tiga Kecamatan di Pasuruan Dilanda Banjir, BPBD Waspadai Susulan

Minggu, 18 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Genangan banjir merendam permukiman warga di salah satu kecamatan terdampak di Kabupaten Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Genangan banjir merendam permukiman warga di salah satu kecamatan terdampak di Kabupaten Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Banjir merendam ribuan rumah warga di Kabupaten Pasuruan sejak Sabtu (17/1/2026) dan masih bertahan hingga hari ini. Tiga kecamatan terdampak paling signifikan, yakni Nguling, Winongan, dan Grati, dengan ketinggian air mencapai puluhan sentimeter di sejumlah permukiman.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Nguling menjadi wilayah dengan dampak terluas. Di Desa Mlaten, sebanyak 651 rumah di Dusun Pesisir, Krajan, dan Buyuk terendam banjir. Selain itu, 370 kepala keluarga di Dusun Sawahan dan Pesisir, Desa Penunggul, terdampak genangan setinggi 50–60 sentimeter. Sementara di Desa Nguling, tercatat 340 rumah warga juga terendam.

Di Kecamatan Winongan, banjir melanda empat desa, yakni Bandaran, Winongan Lor, Winongan Kidul, dan Prodo. Desa Bandaran menjadi lokasi terparah dengan 380 kepala keluarga terdampak, sedangkan tiga desa lainnya mencatat sekitar 295 kepala keluarga terdampak genangan air.

Adapun di Kecamatan Grati, banjir menggenangi Desa Kalipang, Kedawung Kulon, dan Kedawung Wetan, menyebabkan aktivitas warga terganggu dan sebagian akses lingkungan terendam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan sangat tinggi yang berlangsung selama berjam-jam, disertai angin kencang dari wilayah hulu hingga hilir.

“Hujan lebat disertai angin kencang terjadi sejak sore hingga malam hari. Kondisi cuaca ekstrem beberapa hari terakhir membuat DAS Lawean dan DAS Rejoso tidak mampu menampung debit air yang besar,” kata Sugeng Hariyadi dalam keterangannya.

Ia menambahkan, kondisi pasang air laut turut memperparah situasi karena menghambat aliran sungai menuju muara, sehingga air meluap ke kawasan permukiman.

“Sebagian wilayah memang mulai surut, namun potensi banjir susulan masih ada jika hujan deras dan angin kencang kembali terjadi,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru