TKD Jawa Timur Dipangkas Rp2,8 Triliun, Sekdaprov Ajukan Program Rp10 Triliun

Rabu, 29 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono (tengah) saat menghadiri Rapat Koordinasi Sekda dan Kepala Bappeda se-Indonesia di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (28/10/2025). ( Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono (tengah) saat menghadiri Rapat Koordinasi Sekda dan Kepala Bappeda se-Indonesia di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (28/10/2025). ( Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JATINANGOR, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengajukan usulan program pembangunan senilai Rp10 triliun kepada pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan untuk menutup dampak berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dipangkas hingga Rp2,8 triliun pada tahun anggaran 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) Adhy Karyono mengungkapkan, pengajuan ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Dalam Negeri agar daerah menyampaikan daftar program prioritas yang tidak dapat dibiayai melalui APBD akibat keterbatasan fiskal.

“Provinsi Jawa Timur mengalami pengurangan TKD sebesar Rp2,8 triliun, sehingga beberapa program strategis tidak dapat teralokasikan dalam APBD. Karena itu, kami mengusulkan pendanaan kepada pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait,” kata Adhy dalam Rapat Koordinasi Sekretaris Daerah dan Kepala Bappeda se-Indonesia di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (28/10/2025).

Adhy menjelaskan, total nilai usulan mencapai Rp10,047 triliun dengan cakupan lintas kementerian, meliputi infrastruktur, kesehatan, pendidikan, kebencanaan, hingga penguatan kapasitas aparatur daerah. Program tersebut berasal dari hasil Musrenbang 2025 dan proyek strategis nasional yang diatur dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019, sebagian di antaranya belum terealisasi.

Sektor infrastruktur menjadi prioritas utama dengan nilai usulan terbesar, yaitu Rp6,986 triliun melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dana ini akan difokuskan untuk pembangunan dan rehabilitasi jalan, jembatan, irigasi, penyelesaian ruas Pansela, serta pengendalian banjir dan pengelolaan air bersih.

Sementara itu, sektor kesehatan diusulkan sebesar Rp426,37 miliar untuk pembangunan rumah sakit, penyediaan layanan kesehatan bergerak, rumah sakit terapung, dan pengadaan bahan medis habis pakai. Di bidang pendidikan, Pemprov Jatim mengajukan Rp720,6 miliar untuk rehabilitasi ruang kelas dan laboratorium rusak, perbaikan sanitasi sekolah, serta peningkatan mutu pendidikan menengah dan program kejar paket bagi anak putus sekolah.

Selain itu, usulan ke Kementerian Perhubungan mencapai Rp861,1 miliar untuk pembangunan dermaga di Situbondo dan kepulauan Sumenep. Adapun ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diajukan Rp216,7 miliar guna pengembangan wisata sejarah, budaya, dan religi, termasuk revitalisasi Telaga Sarangan dan Situs Trowulan.

Pemprov juga mengusulkan pendanaan untuk sektor lingkungan, perikanan, pertanian, perumahan, dan sosial dengan total lebih dari Rp1 triliun. Termasuk di antaranya rehabilitasi mangrove, pengembangan garam, revitalisasi pasar rakyat, hingga perluasan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menekan angka stunting.

Adhy berharap pemerintah pusat dapat merealisasikan sebagian besar dari usulan tersebut melalui APBN 2026. “Berdasarkan surat Dirjen Perimbangan Keuangan tertanggal 23 September 2025, dana transfer ke Jawa Timur tahun depan hanya Rp8,8 triliun, turun 24,21 persen dibanding tahun 2025 sebesar Rp11,4 triliun,” jelasnya.

Secara keseluruhan, pengurangan TKD di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur mencapai Rp17,5 triliun. Kondisi ini, kata Adhy, memaksa pemerintah daerah berinovasi dalam perencanaan fiskal tanpa mengorbankan pelayanan publik dan pembangunan prioritas.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Akhmad Wiyagus.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru