TNI dan Warga Jawa Timur Kompak Jaga Keamanan, Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama: Guyub Itu Kekuatan Nyata

Senin, 1 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prajurit TNI bersama warga duduk berdiskusi usai patroli gabungan di Surabaya, sebagai upaya menjaga kondusifitas Jawa Timur (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Prajurit TNI bersama warga duduk berdiskusi usai patroli gabungan di Surabaya, sebagai upaya menjaga kondusifitas Jawa Timur (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kebersamaan TNI dan masyarakat Jawa Timur dalam menjaga keamanan mendapat sorotan positif. Senator Lia Istifhama menegaskan, kekompakan ini menjadi bukti nyata bahwa guyub rukun adalah benteng utama dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.

Upaya menjaga keamanan dan kondusifitas Jawa Timur kembali mendapat perhatian. Anggota DPD RI, Lia Istifhama, mengapresiasi sinergi antara TNI dan masyarakat yang dinilainya berhasil menciptakan stabilitas di tengah dinamika sosial politik belakangan ini.

“Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan nyata Jawa Timur. Rumah kita bersama ini harus dijaga, jangan sampai ada ruang bagi provokasi atau anarkisme,” ujar Lia dalam keterangannya, Senin (1/9).

Patroli gabungan skala besar yang dipimpin Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, turut menjadi bagian dari langkah preventif. Dari Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pasukan dilepas untuk menyisir sejumlah titik rawan.

“Tujuannya menciptakan suasana kondusif, agar masyarakat merasa aman dalam beraktivitas,” tegas Rudy.

Menurut Ning Lia sapaan akrabnya sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi modal penting agar Jawa Timur tetap aman, damai, sekaligus kondusif sebagai pusat pembangunan dan industri nasional. Ia menegaskan bahwa aksi anarkis tidak bisa dibenarkan dengan alasan demokrasi.

“Anarki bukan bagian dari demokrasi. Aspirasi harus disampaikan melalui saluran yang tepat tanpa membahayakan orang lain,” katanya.

Putri KH Maskur Hasyim ini juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi penyusupan provokator. Ia mengimbau orang tua lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak keluar malam. “Kita harus waspada terhadap orang luar daerah yang masuk tanpa tujuan jelas,” imbuhnya.

Ning Lia mencontohkan bagaimana warga di beberapa titik, seperti Wonokromo, ikut terlibat aktif bersama aparat dalam mencegah kericuhan. Bagi dia, pengalaman ini menjadi pelajaran penting sekaligus bukti kedewasaan masyarakat Jawa Timur dalam menyikapi situasi.

“Ketika ada potensi kerusuhan, warga justru ikut bergerak bersama TNI dan aparat. Ini menunjukkan bahwa guyub rukun bukan sekadar semboyan, tetapi kekuatan nyata Jawa Timur,” tandasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru