Tragis, Petani di Lamongan Meninggal Akibat Setrum Jebakan Tikus Sendiri

Minggu, 10 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas bersama warga melakukan evakuasi petani yang tewas akibat tersengat jebakan tikus listrik di Kecamatan Kalitengah, Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas bersama warga melakukan evakuasi petani yang tewas akibat tersengat jebakan tikus listrik di Kecamatan Kalitengah, Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pagi itu, suasana persawahan di Desa Sugihwaras mendadak gempar. Tubuh Haji Arsis ditemukan tergeletak tak bernyawa di pematang sawah miliknya sekitar pukul 05.30 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh Iswanto (42), tetangga sawah korban yang saat itu hendak menuju lahannya.

“Saksi curiga korban terkena setrum. Kemudian saksi langsung lari ke rumah korban untuk mematikan saklar listrik jebakan tikus tersebut,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid.

Setelah memastikan aliran listrik dimatikan, saksi melaporkan kejadian itu kepada kepala dusun dan warga sekitar. Tak lama kemudian, petugas kepolisian bersama warga mendatangi lokasi kejadian.

Saat ditemukan, posisi korban telentang di area sawah yang telah ditanami padi. Tangan kiri korban masih menggenggam kabel jebakan tikus yang dialiri listrik.

Kondisi itu memperkuat dugaan bahwa korban tersengat arus listrik dari jebakan yang dipasang sendiri untuk mengusir hama tikus di sawah.

“Hasil olah TKP menunjukkan bahwa aliran listrik tersebut ditarik sendiri oleh korban dari rumahnya menuju sawah,” kata Hamzaid.

Petugas medis dari Puskesmas Kalitengah menemukan sejumlah luka bakar serius di tubuh korban, terutama pada telapak tangan kiri, lengan kanan, dan bagian dada.

Luka akibat sengatan listrik itu dipastikan menjadi penyebab utama meninggalnya pria berusia 63 tahun tersebut.

Kasus ini kembali membuka fakta bahwa penggunaan jebakan tikus beraliran listrik masih menjadi pilihan sebagian petani karena dianggap efektif membasmi hama. Namun di sisi lain, metode tersebut juga mengancam keselamatan manusia.

Tak sedikit kasus serupa berujung maut, baik bagi pemilik sawah maupun warga lain yang melintas di area persawahan pada malam hingga pagi hari.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga juga telah menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut secara hukum.

Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh personel Polsek Kalitengah bersama TNI, Satpol PP, dan warga sebelum dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

“Kami kembali mengimbau kepada para petani agar sangat berhati-hati dan sedapat mungkin menghindari penggunaan jebakan tikus dengan aliran listrik karena sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa,” pungkas Ipda Hamzaid.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru