Tutup IES 2025, Gubernur NTB Tekankan Aksi Nyata Ekonomi Syariah

Senin, 27 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal menutup secara resmi gelaran Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2025 di Islamic Center Mataram, Minggu (26/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal menutup secara resmi gelaran Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2025 di Islamic Center Mataram, Minggu (26/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal secara resmi menutup gelaran Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2025 di Islamic Center Mataram, Minggu (26/10/2025). Acara yang berlangsung selama beberapa hari ini menjadi momentum penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya di tingkat daerah.

Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Melalui IES, mereka berbagi ide, inovasi, dan praktik terbaik untuk mewujudkan sistem ekonomi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa hasil forum tidak boleh berhenti sebagai wacana semata, melainkan harus diikuti dengan langkah nyata di lapangan.

“Saya berharap agar hasil-hasil dari forum ini tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi menjadi aksi nyata,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan IES di NTB bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari komitmen provinsi untuk menjadi pelopor pembangunan ekonomi syariah yang berorientasi pada kebermanfaatan sosial.

Iqbal mengungkapkan rasa bangganya karena NTB dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus percontohan pengembangan ekonomi syariah nasional. Kepercayaan ini, kata dia, menunjukkan pengakuan terhadap kesiapan dan kesungguhan masyarakat NTB dalam mengimplementasikan nilai-nilai ekonomi Islam di berbagai sektor.

“Saya bangga sebagai Gubernur NTB, karena daerah kita menjadi salah satu yang dipilih dalam pengembangan ekonomi syariah. Ini menunjukkan kepercayaan besar dari pemerintah pusat dan banyak negara terhadap kemampuan NTB menjadi motor penggerak praktik ekonomi syariah,” tuturnya.

Ia menjelaskan, NTB memiliki potensi besar untuk menjadi model ekonomi syariah yang kuat, bukan hanya karena faktor ekonomi, tetapi juga karena fondasi nilai sosial dan budaya masyarakatnya.

“NTB memiliki keunggulan moral dan budaya dalam pengembangan ekonomi syariah yang tidak hanya berbasis profit, tetapi juga keberkahan dan manfaat sosial,” kata mantan Duta Besar Indonesia tersebut.

Menurutnya, karakter masyarakat NTB yang menjunjung tinggi nilai ukhuwah, moderasi, dan keragaman menjadi modal sosial yang penting untuk menguatkan penerapan prinsip ekonomi Islam di daerah.

“NTB memiliki karakter kuat dalam nilai-nilai ukhuwah, moderasi, dan keragaman. Ini adalah kekuatan moral yang harus terus kita jaga,” tambahnya.

Iqbal menegaskan bahwa penutupan IES 2025 bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah-langkah baru dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkeadaban. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan hasil diskusi dan rekomendasi forum ini sebagai dasar tindakan konkret di berbagai lini pembangunan daerah.

“Acara ini bukanlah akhir, melainkan permulaan baru dari perjalanan kita bersama. Kita ingin membangun ekonomi syariah yang maju, inklusif, berkeadaban, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTB serta bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru