PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberi dampak langsung bagi ekonomi lokal. Di Kabupaten Pasuruan, pengusaha pisang cavendish dari Desa Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, kebanjiran pesanan untuk memasok kebutuhan lebih dari 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah Jawa Timur.
Pengusaha tersebut adalah Muhammad Sidiq, pemilik merek “Aca Banana”. Sejak program MBG berjalan, pesanan pisang cavendish yang diterimanya tidak hanya berasal dari wilayah Pasuruan, tetapi juga dari Surabaya, Malang, Sidoarjo, hingga Situbondo. Aktivitas pengemasan tampak di gudang produksinya di Dusun Lodo pada Sabtu (24/1/2026), saat pisang disiapkan dalam kardus untuk pengiriman ke dapur-dapur MBG.
Sidiq menjelaskan, setiap SPPG menerima pasokan dua kali dalam sepekan. Sekali kirim, kebutuhan tiap dapur mencapai 3.500–3.600 buah pisang atau sekitar 30 kardus. “Alhamdulillah, pesanan datang dari lebih 10 dapur MBG. Pengiriman seminggu dua kali, dan satu dapur butuh 3.500 sampai 3.600 buah,” ujarnya.
Untuk kebutuhan MBG, pisang yang dipesan bukan kelas premium. Sidiq menyesuaikan permintaan dengan spesifikasi program. “Yang diminta grade B dan C. Ukurannya lebih kecil supaya pas di ompreng yang dibagikan ke sekolah dan madrasah,” katanya.
Seluruh pasokan saat ini berasal dari kebun miliknya seluas sekitar tujuh hektare di Pasuruan. Namun lonjakan permintaan membuat Sidiq menyiapkan ekspansi. Dalam waktu dekat, ia berencana menyewa lahan tambahan seluas 10 hektare di Kecamatan Rembang untuk penanaman pisang cavendish.
Langkah tersebut tidak hanya untuk mengamankan pasokan MBG, tetapi juga memenuhi permintaan pasar modern yang masih stabil. “Selain MBG, pasar seperti Lippo, Transmart, dan pasar buah di Jawa Timur tetap jalan. Pesanannya luar biasa,” ucap Sidiq.
Ia berharap program MBG terus berlanjut dan memberi kepastian usaha bagi petani serta pelaku UMKM pangan. “Mudah-mudahan tidak ada hambatan, karena program ini sangat membantu usaha kami dan petani sekitar,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar