PELALAWAN, RadarBangsa.co.id – Video viral berisi keluhan pasien soal dugaan buruknya pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Selasih langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Bupati Pelalawan H. Zukri Misran melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah sakit tersebut pada Selasa, 14 April 2026.
Sidak dilakukan untuk menelusuri dugaan adanya perlakuan berbeda terhadap pasien pengguna BPJS Kesehatan. Dalam kunjungan itu, Bupati menegaskan pelayanan kesehatan harus diberikan setara tanpa diskriminasi.
Bupati Zukri datang bersama Asisten I Zulkifli, Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan Asril, Direktur RSUD Selasih, serta sejumlah kepala OPD terkait. Setibanya di lokasi, rombongan langsung menemui tenaga kesehatan yang bertugas saat insiden terjadi guna meminta klarifikasi.
Pemeriksaan dilakukan menyusul ramainya unggahan di media sosial yang menyoroti pelayanan IGD. Kasus tersebut memicu perhatian publik karena menyangkut akses layanan dasar masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati meminta seluruh jajaran rumah sakit memperbaiki pola layanan dan menghapus segala bentuk pembedaan status pasien. Menurutnya, warga yang datang ke rumah sakit harus segera mendapat penanganan sesuai kebutuhan medis.
“Kedepannya pelayanan di RSUD Selasih harus lebih baik. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan, baik pasien umum maupun pasien BPJS,” tegas Zukri.
Ia juga menekankan pasien yang sudah berada di RSUD tidak boleh dipersulit dengan dirujuk kembali ke puskesmas. Manajemen rumah sakit diminta aktif berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan lain agar pasien tidak harus berpindah-pindah tempat saat sakit.
“Jangan sampai pasien yang dalam kondisi sakit harus bolak-balik ke beberapa fasilitas kesehatan,” tambahnya.
Pemkab Pelalawan sebelumnya telah menjalankan program Universal Health Coverage (UHC) dan layanan berobat gratis sejak 2023. Program itu diperluas hingga desa melalui peran bidan desa yang memberikan pemeriksaan dasar seperti gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan asam urat.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan program Santun Lansia, yakni layanan jemput bola bagi warga lanjut usia melalui kunjungan tenaga kesehatan ke rumah. Karena itu, evaluasi pelayanan di rumah sakit dinilai penting agar kebijakan kesehatan daerah berjalan selaras di lapangan.
Bupati memastikan keluhan masyarakat akan menjadi bahan pembenahan menyeluruh. “Pelayanan kesehatan adalah hak masyarakat. Jika masih ada yang tidak terlayani dengan baik, itu menjadi tanggung jawab kami bersama untuk segera memperbaikinya,” pungkasnya.
Penulis : MMd
Editor : Zainul Arifin


















Komentar