Viral Video Puskesmas Bunut Kosong, DPRD Pelalawan Murka Soroti Buruknya Pelayanan Kesehatan di Riau

Minggu, 29 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Pelalawan dari Dapil 2, Asnol Mubarack, saat berada di lokasi Puskesmas Bunut menyoroti langsung pelayanan kesehatan yang menjadi perhatian publik, Minggu (29/3/2026). (Foto DokTangkapan layar (screenshot) video viral  /RadarBangsa.co.id)

Anggota DPRD Pelalawan dari Dapil 2, Asnol Mubarack, saat berada di lokasi Puskesmas Bunut menyoroti langsung pelayanan kesehatan yang menjadi perhatian publik, Minggu (29/3/2026). (Foto DokTangkapan layar (screenshot) video viral /RadarBangsa.co.id)

PELALAWAN, RadarBangsa.co.id – Pelayanan kesehatan di Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali menjadi sorotan publik setelah video berdurasi 29 detik viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan keluhan warga yang tidak menemukan petugas saat membawa korban kecelakaan ke Puskesmas Bunut.

Peristiwa ini memicu reaksi keras dari anggota DPRD Pelalawan yang menilai kondisi tersebut sebagai bentuk kelalaian serius dalam pelayanan dasar kepada masyarakat.

Kejadian bermula saat seorang warga mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Bono hingga mengalami patah tulang. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Bunut untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Namun setibanya di lokasi, warga justru mendapati tidak ada satu pun petugas kesehatan yang berjaga. Dalam video yang beredar, perekam menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut.

“Tolong pemerintah terkait, kecelakaan satupun petugas piket tidak ada. Yang terus bermasalah Puskesmas Bunut, tolonglah,” ujar perekam dalam video tersebut.

Akibat tidak adanya petugas, penanganan terhadap korban sempat tertunda. Warga yang panik hanya bisa menunggu hingga petugas kesehatan akhirnya datang dan memberikan penanganan.

Menanggapi kejadian itu, anggota DPRD Pelalawan dari Dapil 2, Asnol Mubarack, langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Ia mendesak Dinas Kesehatan setempat segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kejadian ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pertolongan justru tidak mendapatkan layanan karena tidak adanya petugas,” tegasnya.

Ia menegaskan, puskesmas sebagai fasilitas kesehatan dasar harus selalu siaga, terutama dalam kondisi darurat.

Kasus ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Pelalawan. Publik menilai lemahnya pengawasan dan kedisiplinan petugas menjadi faktor utama yang harus segera dibenahi.

Selain itu, muncul desakan kepada pemerintah daerah untuk mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan, termasuk posisi pimpinan jika dinilai tidak mampu memperbaiki sistem pelayanan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Bunut belum memberikan tanggapan resmi meski telah dihubungi. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar pelayanan kesehatan lebih responsif dan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Penulis : MMd

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru