PELALAWAN, RadarBangsa.co.id – Pelayanan kesehatan di Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali menjadi sorotan publik setelah video berdurasi 29 detik viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan keluhan warga yang tidak menemukan petugas saat membawa korban kecelakaan ke Puskesmas Bunut.
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari anggota DPRD Pelalawan yang menilai kondisi tersebut sebagai bentuk kelalaian serius dalam pelayanan dasar kepada masyarakat.
Kejadian bermula saat seorang warga mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Bono hingga mengalami patah tulang. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Bunut untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Namun setibanya di lokasi, warga justru mendapati tidak ada satu pun petugas kesehatan yang berjaga. Dalam video yang beredar, perekam menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut.
“Tolong pemerintah terkait, kecelakaan satupun petugas piket tidak ada. Yang terus bermasalah Puskesmas Bunut, tolonglah,” ujar perekam dalam video tersebut.
Akibat tidak adanya petugas, penanganan terhadap korban sempat tertunda. Warga yang panik hanya bisa menunggu hingga petugas kesehatan akhirnya datang dan memberikan penanganan.
Menanggapi kejadian itu, anggota DPRD Pelalawan dari Dapil 2, Asnol Mubarack, langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Ia mendesak Dinas Kesehatan setempat segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kejadian ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pertolongan justru tidak mendapatkan layanan karena tidak adanya petugas,” tegasnya.
Ia menegaskan, puskesmas sebagai fasilitas kesehatan dasar harus selalu siaga, terutama dalam kondisi darurat.
Kasus ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Pelalawan. Publik menilai lemahnya pengawasan dan kedisiplinan petugas menjadi faktor utama yang harus segera dibenahi.
Selain itu, muncul desakan kepada pemerintah daerah untuk mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan, termasuk posisi pimpinan jika dinilai tidak mampu memperbaiki sistem pelayanan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Bunut belum memberikan tanggapan resmi meski telah dihubungi. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar pelayanan kesehatan lebih responsif dan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Penulis : MMd
Editor : Zainul Arifin


















Komentar