TUBAN, RadarBangsa.co.id – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung Pasar Gelondong Gede di Kabupaten Tuban, Jumat (6/3/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok serta stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Setibanya di lokasi, Wapres Gibran beserta rombongan disambut Kepala Pasar Gelondong Gede Sutadji dan Kepala UPTD Pengelolaan TPI Agus Saleh Setiawan. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Bupati Tuban serta jajaran pemerintah daerah.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres Gibran dan Gubernur Khofifah berkeliling area pasar untuk melihat langsung aktivitas perdagangan serta berdialog dengan pedagang dan masyarakat yang sedang berbelanja. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memantau kondisi riil pasokan bahan pokok dan harga kebutuhan masyarakat.
Wapres Gibran menekankan pentingnya koordinasi antarlevel pemerintahan untuk menjaga stabilitas pangan. Ia meminta pemerintah daerah terus memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar serta harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah perlu terus menjaga ketersediaan pasokan dan memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil sehingga masyarakat tidak terbebani menjelang Lebaran,” ujar Wapres saat berdialog dengan pedagang.
Gubernur Khofifah menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara konsisten menjalankan strategi pengendalian inflasi pangan melalui empat langkah utama. Keempat langkah tersebut meliputi menjaga ketersediaan stok, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif antarwilayah.
Menurut Khofifah, komunikasi antar daerah sangat penting ketika terjadi gejolak harga pada komoditas tertentu. Dengan koordinasi yang baik, daerah yang memiliki surplus produksi dapat membantu memenuhi kebutuhan wilayah lain.
“Ini sejalan dengan arahan Bapak Wakil Presiden agar koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah terus diperkuat untuk memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan yang cukup,” kata Khofifah.
Terkait komoditas ikan yang menjadi salah satu produk utama di wilayah pesisir Tuban, Khofifah memastikan kondisi stok dan harga di Jawa Timur masih relatif stabil.
Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, produksi ikan budidaya pada Januari 2026 mencapai 101.103,01 ton dengan produksi ikan tangkap 44.320,51 ton. Stok ikan tercatat sekitar 52.167,52 ton.
Pada Februari 2026, produksi ikan budidaya diperkirakan mencapai 106.159,32 ton dengan produksi ikan tangkap 36.654,74 ton dan stok sekitar 48.576,47 ton. Sementara pada Maret 2026, produksi ikan budidaya diproyeksikan mencapai 108.159,32 ton dan produksi ikan tangkap 32.010,36 ton dengan stok sekitar 41.372,27 ton.
“Stok dan harga ikan relatif stabil pada Januari hingga Februari 2026 dan diperkirakan tetap stabil hingga Lebaran,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, menjelang Idul Fitri permintaan ikan biasanya tidak mengalami lonjakan signifikan karena masyarakat cenderung meningkatkan konsumsi komoditas lain seperti ayam, telur, dan daging. Permintaan ikan umumnya kembali meningkat setelah Lebaran.
Pasar Gelondong Gede sendiri merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Tuban. Sekitar 100 nelayan menggantungkan mata pencaharian di kawasan ini, bersama sekitar 60 pedagang sayur dan 80 pedagang ikan yang melayani kebutuhan masyarakat setiap hari.
Selain itu, terdapat sekitar 65 kepala keluarga yang tinggal di sekitar kawasan pasar. Keberadaan pasar ini menjadi simpul penting ekonomi lokal sekaligus jalur distribusi hasil perikanan bagi masyarakat pesisir Tuban.
“Pemprov Jatim akan terus memantau stabilitas harga dan distribusi bahan pokok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang hingga pasca Lebaran,” pungkas Khofifah.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar