Warga 10 Desa Audiensi dengan Bupati Pasuruan, Desak Latihan Tembak Puslatpur Marinir Ditunda

Rabu, 5 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan warga 10 desa di Kecamatan Lekok dan Nguling beraudiensi dengan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo di Kantor Bupati Pasuruan, Selasa (5/8/2026), terkait insiden peluru nyasar di permukiman warga. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Perwakilan warga 10 desa di Kecamatan Lekok dan Nguling beraudiensi dengan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo di Kantor Bupati Pasuruan, Selasa (5/8/2026), terkait insiden peluru nyasar di permukiman warga. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Puluhan perwakilan warga dari 10 desa di Kecamatan Lekok dan Nguling menggelar audiensi dengan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo di Kantor Bupati Pasuruan, Selasa (5/8/2026). Mereka mendesak penghentian sementara latihan tembak di kawasan Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir menyusul insiden peluru nyasar yang berulang kali menghantam permukiman warga.

Desakan itu disampaikan setelah sedikitnya empat rumah di Desa Alastlogo terdampak peluru nyasar dalam beberapa pekan terakhir. Warga juga menemukan tiga proyektil di sekitar lokasi kejadian yang semakin memicu kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat.

Mantan Kepala Desa Alastlogo, Imam Supnadi, mengatakan kejadian tersebut bukan pertama kali terjadi. Saat masih menjabat sebagai kepala desa, ia juga pernah menghadapi insiden serupa yang menimbulkan trauma bagi warga.

“Kami berharap jangan sampai terjadi Alastlogo Jilid Dua. Risiko peluru mengenai warga sangat besar karena setiap hari masih banyak masyarakat yang mencari rumput di sekitar lokasi latihan,” kata Imam.

Imam menilai persoalan penggunaan kawasan latihan dan konflik agraria telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penyelesaian. Menurutnya, masalah tersebut terus berulang meski telah melewati beberapa pergantian pemerintahan di tingkat pusat maupun daerah.

Sekretaris Desa Alastlogo, Sugianto, menjelaskan pemerintah desa telah melaporkan insiden terbaru kepada camat dan kepolisian. Bersama pemerintah kecamatan, mereka juga mendatangi Puslatpur Marinir untuk menyampaikan keberatan warga.

“Pihak Puslatpur menerima laporan kami dengan baik, tetapi tidak mengakui bahwa proyektil tersebut berasal dari latihan TNI AL. Mereka hanya menyampaikan akan melakukan evaluasi internal dan melaporkan kejadian ini kepada Kodim,” jelasnya.

Sugianto mengatakan desa telah menerima surat pemberitahuan mengenai agenda latihan tembak pada 7–17 Agustus 2026. Karena itu, warga meminta jadwal tersebut ditunda hingga tim ad hoc dari Jakarta melakukan kajian langsung terhadap penyebab peluru nyasar.

“Kalau nanti ada peluru nyasar lagi yang mengenai rumah warga, bagaimana? Kami harus memikirkan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Insiden tersebut juga berdampak pada aktivitas pendidikan. Sejumlah siswa sekolah dasar di Desa Alastlogo sempat dipulangkan lebih awal karena guru dan orang tua khawatir keselamatan anak-anak saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Menanggapi aspirasi warga, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mengawal penyelesaian persoalan tersebut. Ia mengakui konflik itu tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah kabupaten karena melibatkan pemerintah pusat dan TNI Angkatan Laut.

“Kalau kewenangannya ada di Pemkab, saya jamin besok selesai. Namun persoalan ini melibatkan pemerintah pusat dan TNI AL. Masalah ini bahkan sudah ada sebelum saya lahir,” terangnya.

Rusdi mengungkapkan Pemkab Pasuruan telah mendorong pembahasan persoalan tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPR RI. Pemerintah daerah juga menawarkan sejumlah solusi, mulai pendataan warga, pembangunan akses jalan hingga dukungan pembangunan rumah susun dengan syarat kebutuhan dasar masyarakat dipenuhi.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Pasuruan akan mengirimkan surat resmi kepada TNI AL agar mempertimbangkan penghentian sementara latihan tembak sampai kondisi dinilai aman. Pemerintah daerah juga akan mengajukan audiensi khusus untuk membahas perlindungan dan keselamatan warga secara menyeluruh.

“Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan surat resmi kepada TNI AL untuk meminta penghentian sementara latihan tembak dan mengajukan audiensi khusus agar keselamatan warga menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Berita Terbaru