LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pagi yang penuh berkah menyelimuti Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, pada Jumat, (6/6/2025). Sejak fajar merekah, masyarakat dari berbagai pelosok mulai memadati halaman Masjid Namira, yang terletak di Jl. Raya Lamongan–Mantup. Tepat pukul 05.30 WIB, rangkaian takbir menggema, menandai dimulainya pelaksanaan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi. Ibadah berlangsung hingga pukul 07.00 WIB dengan khidmat, dipimpin sebagai imam oleh Ustadz Istihsan Arif Al-Fudhaily dan diisi khutbah oleh K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc., M.Ag. Penanggung jawab pelaksanaan kegiatan ini adalah H. Waras Wibisono.
Kapolsek Tikung beserta jajarannya turun langsung untuk memastikan kelancaran dan keamanan jalannya ibadah. Kehadiran mereka sejak dini hari, sebelum para jamaah datang, memastikan tidak ada kendala lalu lintas maupun gangguan keamanan. Sekitar pukul 05.00 WIB, pintu gerbang masjid sudah dipenuhi oleh jamaah yang datang bergiliran, sebagian berjalan kaki, sebagian lainnya menaiki sepeda motor, namun semuanya tampak antusias untuk mengikuti sholat yang menjadi puncak peringatan Hari Raya Kurban ini.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, para jamaah sejenak merenungi makna kurban. Pada kesempatan tersebut, K.H. Muhammad Sholeh Drehem mengingatkan kembali bahwa pelaksanaan Idul Adha bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga momentum untuk meneguhkan ketakwaan dan mempererat tali persaudaraan. Beliau memulai khutbah dengan menegaskan bahwa di pagi hari yang penuh berkah ini, semua hadir untuk mengumandangkan nama Allah bersama-sama, menyadari betapa kecilnya diri di hadapan Sang Pencipta.
Khutbah selanjutnya memaparkan beberapa pesan penting dari ajaran Rasulullah SAW. Pertama, beliau mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kehormatan dan persaudaraan, di mana rasa suka dan duka saudara seiman menjadi bagian dari pengalaman hidup kita. Dengan memperhatikan kondisi saudaranya baik saat sakit maupun senang umat diingatkan untuk senantiasa peduli dan berempati.
Kedua, K.H. Sholeh Drehem menyampaikan peringatan agar menjauhi praktik riba. Menurutnya, riba adalah salah satu “penyakit ekonomi” yang dilarang dalam Islam. Beliau mengingatkan bahwa permainan riba sering kali menjadi akar keretakan keuangan keluarga dan masyarakat. Karena itu, umat harus berhati-hati agar tidak terjerat praktik pinjam-meminjam yang membebani dan merugikan.
Ketiga, mengenai hubungan suami-istri, khatib mengingatkan kaum pria untuk menjaga amanah dan hak-hak istri. “Perempuan merupakan tiang keluarga,” ujarnya, “Maka, pasangan hendaknya menyiapkan rezeki yang halal dan memperlakukan istri serta anak dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab.” Pesan ini disampaikan sebagai pengingat akan pentingnya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Selanjutnya, beliau menekankan bahwa mencari rizki duniawi harus seimbang dengan upaya mendidik dan membina keluarga menuju kebaikan akhirat. “Jangan sampai terlena di gemerlap dunia, hingga lupa mendidik anak dan istri ke jalan yang benar,” tambahnya.
Sepanjang khutbah, jamaah tampak serius mendengarkan—beberapa menitikkan air mata ketika khatib menegaskan betapa pentingnya saling membantu dalam kebaikan dan menahan diri dari segala perbuatan yang dapat menciderai persaudaraan. Setelah khutbah usai, sholat Idul Adha dituntaskan dengan tertib diiringi doa bersama yang diikuti dengan khusyuk.
Ratusan hewan kurban siap disembelih di area halaman masjid usai sholat. Panitia, di bawah koordinasi H. Waras Wibisono, telah menyiapkan pelaksanaan pemotongan hewan kurban dengan protokol kebersihan dan keamanan pangan. Daging kurban dan hasilnya akan dibagikan kepada fakir miskin, warga tidak mampu, serta mereka yang memerlukan. Kegembiraan terpancar di wajah para penerima, mengingatkan bahwa di balik ritual ibadah terdapat nilai sosial yang memperkuat solidaritas komunitas.
Bagi Polsek Tikung, kegiatan ini bukan hanya sekadar pengamanan, tetapi juga bagian dari tugas sosial mereka. Setelah sholat, Kapolsek bersama anggota lalu menyapa jamaah yang hadir, beramah tamah, bahkan beberapa bersimpuh untuk memberikan tausiyah singkat kepada anak-anak TPQ yang turut hadir. Kehadiran mereka mengokohkan rasa kebersamaan antara umat dan aparat, sehingga suasana menjadi lebih hangat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar