WFA Lebaran 2026 Ditetapkan, Pemerintah Atur Kerja Fleksibel Pekerja

Rabu, 11 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama menteri terkait saat konferensi pers kebijakan WFA Idulfitri 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama menteri terkait saat konferensi pers kebijakan WFA Idulfitri 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Pemerintah resmi menetapkan kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA) atau Work From Anywhere (WFA) bagi pekerja/buruh pada periode arus mudik dan balik Idul fitri 2026, yakni 16–17 Maret serta 25–27 Maret 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat, mengurai kepadatan transportasi, sekaligus menjaga produktivitas ekonomi pada triwulan I.

Penetapan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Capaian Ekonomi 2025 dan Stimulus Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Airlangga menjelaskan, kebijakan WFA menjadi bagian dari paket stimulus Lebaran, selain diskon tarif transportasi dan bantuan pangan. Pemerintah ingin memastikan pergerakan masyarakat tetap terkendali tanpa mengganggu aktivitas dunia usaha.

“Ketentuan pelaksanaan WFA bagi pekerja/buruh akan diatur lebih lanjut melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan yang ditujukan kepada gubernur serta bupati/wali kota,” ujarnya.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli yang turut hadir menegaskan, pemerintah daerah diminta aktif mendorong perusahaan di wilayahnya menerapkan kebijakan tersebut sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Ia menambahkan, pelaksanaan WFA tidak berlaku untuk seluruh sektor. Sejumlah bidang esensial tetap harus bekerja langsung di lokasi, di antaranya layanan kesehatan, perhotelan, pusat perbelanjaan, manufaktur, industri makanan dan minuman, serta sektor lain yang berkaitan dengan proses produksi dan operasional pabrik.

“Pekerja/buruh yang melaksanakan WFA tetap menjalankan pekerjaan sesuai tugas dan kewajibannya, sehingga tidak diperhitungkan sebagai cuti tahunan,” kata Yassierli.

Menaker memastikan hak pekerja tetap terlindungi selama kebijakan berlangsung. Upah dibayarkan penuh sebagaimana bekerja di kantor atau sesuai perjanjian kerja. Perusahaan juga diminta mengatur jam kerja serta mekanisme pengawasan agar produktivitas tetap terjaga.

Kebijakan ini diharapkan mampu menekan kepadatan arus mudik, meningkatkan keselamatan perjalanan, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional selama momentum Lebaran.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri PANRB Rini Widyantini, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

“Dengan pengaturan kerja yang fleksibel, mobilitas lebih terkendali dan ekonomi tetap bergerak,” pungkas Airlangga.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru