Wihaji dan Anggota DPD RI Lia Istifhama Bahas Tantangan Rem Demografi Jatim

Jumat, 16 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mendukbangga Wihaji menerima Senator Lia Istifhama di kantor BKKBN, membahas rem demografi Jatim. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Mendukbangga Wihaji menerima Senator Lia Istifhama di kantor BKKBN, membahas rem demografi Jatim. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Laju pertumbuhan penduduk Jawa Timur kini melambat di bawah 1 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional. Namun, distribusi penduduk di tingkat kabupaten masih timpang, menimbulkan tantangan baru dalam perencanaan pembangunan dan layanan publik, menurut Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji.

Dalam pertemuan dengan Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, di kantor BKKBN pada Kamis (15/1), Wihaji menegaskan pengendalian laju pertumbuhan penduduk menjadi prioritas strategis kementeriannya.

“Secara provinsi, Jawa Timur sudah melambat. Tapi kalau dibedah per kabupaten, pertumbuhannya tidak sama. Ada yang sudah sangat rendah, ada yang masih tinggi,” ujar Wihaji, menjelaskan perbedaan pertumbuhan antarwilayah.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pengendalian makro tidak boleh menutupi ketimpangan lokal yang berpotensi menimbulkan penumpukan penduduk di beberapa daerah dan kekosongan di wilayah lain.

Wihaji menyoroti dampak ketimpangan demografi terhadap pembangunan daerah, pelayanan publik, dan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, kebijakan kependudukan harus berbasis data akurat dan disesuaikan karakteristik wilayah untuk memastikan pemerataan.

Senator Lia Istifhama menyambut langkah tersebut dan menekankan pentingnya penguatan keluarga serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Pengendalian penduduk harus dibarengi dengan penguatan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, agar bonus demografi benar-benar memberi manfaat,” kata Lia.

Keduanya sepakat bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mengelola dinamika kependudukan Jatim yang kompleks. Pertemuan ini menegaskan komitmen BKKBN dan DPD RI untuk mendorong kebijakan kependudukan yang seimbang, berbasis data, dan mendukung pemerataan pembangunan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru