68 Tahun Hidup Orang Indonesia Dijalani dalam Keluarga, Senator DPD RI Lia Istifhama dan Wihaji Tekankan Pentingnya Pembangunan Manusia Berbasis Keluarga

Jumat, 16 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Wihaji berdiskusi dengan Senator Lia Istifhama di kantor BKKBN, Kamis (15/1). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Menteri Wihaji berdiskusi dengan Senator Lia Istifhama di kantor BKKBN, Kamis (15/1). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji, mengungkap bahwa dari rata-rata usia harapan hidup 74 tahun, warga Indonesia menghabiskan sekitar 68 tahun dalam kehidupan berkeluarga. Fakta ini menekankan peran krusial keluarga dalam pembangunan manusia.

Fakta tersebut disampaikan Wihaji saat menerima kunjungan Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, di kantor Mendukbangga/BKKBN pada Kamis (15/1). Pertemuan membahas strategi kementerian dalam mengelola kependudukan sekaligus pembangunan manusia dari lahir hingga meninggal.

Menurut Wihaji, tugas Mendukbangga/BKKBN tidak hanya mengatur laju pertumbuhan penduduk, tetapi juga memastikan kualitas hidup warga melalui keluarga.

“Rata-rata orang Indonesia hidup 74 tahun, dan 68 tahun di antaranya dijalani dalam keluarga. Artinya, kualitas hidup manusia sangat ditentukan oleh kualitas keluarga,” ujar Wihaji.

Ia menegaskan bahwa keluarga menjadi fondasi karakter, kesehatan mental, produktivitas, serta ketahanan bangsa. Kebijakan pembangunan manusia, kata Wihaji, harus berbasis keluarga dan mencakup seluruh siklus hidup.

Senator Lia Istifhama menyambut pandangan Mendukbangga. Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa penguatan keluarga harus menjadi prioritas kebijakan pembangunan.

“Kalau 68 tahun hidup manusia dihabiskan dalam keluarga, maka keluarga harus menjadi fokus utama kebijakan negara,” kata Lia.

Lia menekankan pentingnya peran orang tua, pendidikan keluarga, dan pendampingan sepanjang siklus kehidupan untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru