Wisata Petik Alpukat Purwodadi Pasuruan Kian Dilirik, Produksi Tembus Antarprovinsi

Selasa, 3 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petani alpukat memanen buah di Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Senin (2/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Petani alpukat memanen buah di Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Senin (2/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Potensi wisata petik alpukat di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kian menguat. Ratusan hektare kebun alpukat yang tersebar di Desa Pucangsari, Tambaksari, dan Gajahrejo tidak hanya menjadi penopang ekonomi petani, tetapi juga diarahkan sebagai wisata edukasi serta pendukung program pencegahan stunting.

Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra alpukat di Pasuruan. Beragam varietas lokal hingga impor dibudidayakan dan dipasarkan ke berbagai daerah. Saat musim panen, kebun-kebun alpukat mulai ramai dikunjungi warga yang ingin merasakan pengalaman memetik langsung dari pohonnya.

Salah satu petani alpukat, Budi Rahman, mengungkapkan saat ini ia mengelola sekitar 250 pohon alpukat di Desa Pucangsari. Sebagian besar merupakan varietas impor yang diminati pasar nasional.

“Alpukat lokal hanya sekitar 25 persen atau sekitar 35 pohon. Selebihnya varietas impor seperti miki, kuba, markus, hawai, aligator, dan alpukat mentega,” kata Budi, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, satu pohon alpukat dapat menghasilkan panen antara 2 hingga 5 kuintal. Namun, hasil tersebut sangat bergantung pada teknik budidaya yang diterapkan sejak awal.

“Mulai dari pemilihan bibit, lokasi tanam, penyiraman, pemupukan, sampai pengendalian hama harus diperhatikan. Dengan perawatan konsisten, tanaman bisa mulai berbuah umur 3–4 tahun, meski rata-rata 5 tahun sudah optimal,” jelas Budi yang juga Ketua Asosiasi Petani Alpukat Kecamatan Purwodadi.

Saat ini, kondisi panen masih tergolong panen apit. Produksi belum membludak sehingga harga jual relatif tinggi. Alpukat lokal dijual Rp20 ribu–Rp25 ribu per kilogram, sementara varietas impor mencapai Rp35 ribu per kilogram.

Permintaan pasar pun terus meluas. Selain Malang, Batu, dan Sidoarjo, alpukat Purwodadi telah dikirim ke luar pulau.

“Pengiriman ke Kalimantan Timur bisa sampai 10 ton,” ungkapnya.

Camat Purwodadi, Sugiharto, menilai besarnya potensi alpukat di tiga desa tersebut mendorong kolaborasi petani dan pemerintah desa untuk mengembangkan wisata edukasi alpukat. Hal itu ditandai dengan dibangunnya tugu “Kampung Alpukat” sebagai identitas kawasan.

“Tugu ini menjadi simbol keseriusan desa dan petani dalam mengembangkan alpukat sebagai komoditas unggulan sekaligus wisata edukatif,” ujar Sugiharto.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga mengoptimalkan alpukat melalui Gerakan Makan Alpukat (Gema Kating) sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

“Alpukat punya nilai gizi tinggi. Melalui Gema Kating, masyarakat diedukasi agar memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan asupan gizi anak,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Berita Terbaru