Wisuda SELANTANG Lamongan, 208 Lansia Siap Hidup Sehat dan Berdaya

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama peserta Wisuda SELANTANG di Pendopo Lokatantra, Rabu (26/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama peserta Wisuda SELANTANG di Pendopo Lokatantra, Rabu (26/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 208 lansia peserta Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) Kabupaten Lamongan diwisuda langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Pendopo Lokatantra, Rabu (26/8/2026). Para peserta sebelumnya mengikuti pembelajaran selama enam bulan dalam 12 kali pertemuan.

Wisuda SELANTANG Lamongan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong masyarakat lanjut usia tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan berdaya.

Yuhronur Efendi mengatakan SELANTANG merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan ruang kepada lansia untuk terus menambah pengetahuan dan pengalaman. Bekal tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan.

“Saya yakin yang berangkat ini juga ada beberapa yang merupakan tokoh-tokoh masyarakat. Bekal yang panjenengan sudah dapatkan di sekolah ini agar kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik dan terus diaplikasikan,” pesan Yuhronur.

Menurut Yuhronur, keberadaan SELANTANG juga diharapkan mampu mendorong lansia tetap produktif serta menjadi teladan, pencerah, dan petunjuk arah bagi keluarganya.

Ia menyampaikan, berdasarkan data WHO, penduduk lanjut usia di Indonesia mencapai 12 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan program yang dapat meningkatkan kapasitas dan keberdayaan lansia.

“Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk mendorong agar masyarakat dengan kategori usia lanjut dapat tetap menjadi pribadi yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan berdaya,” ujar Yuhronur.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Shodiqin yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan SELANTANG Lamongan. Ia menilai proses pembelajaran yang berlangsung hingga tahap wisuda menunjukkan semangat dan kedisiplinan para peserta.

“Atas nama Perwakilan BKKBN, kami menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya seluruh rangkaian proses pembelajaran di SELANTANG, hingga akhirnya mengantarkan sesepuh kita kejenjang wisuda pada hari ini,” ucap Shodiqin.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta dalam mengikuti pembelajaran yang mencakup tujuh dimensi lansia tangguh.

“Apresiasi pula untuk semangat belajar, kedisiplinan, serta antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh para wisudawan-wisudawati dalam mendalami 7 dimensi lansia tangguh,” imbuhnya.

Kepala DP3AKB Lamongan dr. Aini Mas’idha melaporkan, wisuda kali ini diikuti perwakilan dari tujuh kecamatan dan delapan desa dengan total 208 lansia yang dinyatakan lulus.

Peserta berasal dari sejumlah kelas SELANTANG. SELANTANG Bugenvil Desa Kedungwaras, Kecamatan Modo, meluluskan 20 peserta. SELANTANG Nusa Indah Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat, sebanyak 28 peserta, sedangkan SELANTANG Tentrem Desa Karangcangkring, Kecamatan Kedungpring, 21 peserta.

Kemudian SELANTANG Melati Desa Mantup, Kecamatan Mantup, sebanyak 25 peserta. Dari Kecamatan Sukodadi terdapat SELANTANG Bugenvil Desa Bandungsari dengan 34 peserta dan SELANTANG Sedap Malam Desa Balongtawun sebanyak 21 peserta.

SELANTANG Nangka Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah, tercatat memiliki 39 peserta. Sementara SELANTANG Sakura Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan, meluluskan 20 peserta.

“Adapun rinciannya, SELANTANG Bugenvil Desa Kedungwaras Kecamatan Modo sebanyak 20 peserta, SELANTANG Nusa Indah Desa Kebalanpelang Kecamatan Babat sebanyak 28 peserta, SELANTANG Tentrem Desa Karangcangkring Kecamatan Kedungpring sebanyak 21 peserta,” lapor Aini.

Aini menambahkan, perkembangan SELANTANG di Lamongan terus berjalan. Hingga 2026 terdapat 33 kelas, dengan 13 kelas telah diwisuda dan menghasilkan total 395 peserta lansia.

“Hingga tahun 2026 terdapat 33 kelas dan 13 kelas telah di wisuda dengan total 395 peserta lansia, sementara 20 kelas SELANTANG dalam proses pembelajaran,” lapornya.

Dengan masih adanya 20 kelas yang menjalani proses pembelajaran, program SELANTANG di Lamongan masih terus berjalan. Program ini menjadi wadah bagi lansia untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman agar tetap aktif, mandiri, produktif, serta berdaya di tengah keluarga dan masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14

Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08

Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah

Berita Terbaru