367 Santri Sakit Usai Santap MBG di Sidoarjo, Bupati Pastikan Tak Ada Korban Meninggal

Rabu, 2 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Subandi saat mengecek kondisi santri di rumah sakit, Selasa (1/9/2026). (Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Subandi saat mengecek kondisi santri di rumah sakit, Selasa (1/9/2026). (Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 367 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendapat penanganan medis setelah mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).

Jumlah pasien bertambah seiring proses pendataan. Pada Selasa malam, sedikitnya 293 santri telah dilaporkan mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Dalam laporan yang muncul lebih larut, jumlah tersebut meningkat menjadi 367 pasien.

Para santri mengalami sejumlah keluhan, antara lain mual, pusing, muntah hingga gangguan pencernaan. Kondisi tersebut membuat sejumlah rumah sakit di Sidoarjo harus menangani pasien dari pesantren tersebut.

Bupati Sidoarjo Subandi langsung mendatangi Pondok Pesantren Manba’ul Hikam untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan medis berjalan. Subandi datang bersama Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, serta Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo Eri Sudewo.

Setelah dari pesantren, rombongan mengecek sejumlah rumah sakit yang menangani para santri, di antaranya RS Delta Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Di RSUD R.T. Notopuro, Subandi memastikan tidak ada santri yang meninggal dunia. Pernyataan itu disampaikan untuk meluruskan informasi simpang siur yang sempat beredar di tengah penanganan ratusan pasien.

“Tidak ada yang meninggal. Semua pasien sudah tertangani dengan baik. Kalau nanti ada berita yang menyebut ada yang meninggal, itu tidak benar. Kami sudah memastikan dan mengecek langsung kondisi para santri di rumah sakit,” tegas Subandi.

Berdasarkan data sementara Pemkab Sidoarjo, sekitar 200 santri mendapat penanganan di RSUD R.T. Notopuro. Kemudian sekitar 58 santri menjalani perawatan di RS Islam Siti Hajar dan 15 lainnya berada di RS Delta Surya.

Subandi menyebut kondisi sebagian pasien telah membaik dan beberapa di antaranya berpeluang segera dipulangkan.

“Yang di rumah sakit ini kurang lebih 200-an. Cuma sudah membaik semuanya. Sebagian nanti bisa pulang karena kondisinya sudah baik,” ujarnya.

Meski gangguan kesehatan muncul setelah para santri menyantap MBG, pemerintah belum menyimpulkan bahwa makanan tersebut menjadi penyebabnya. Kepastian penyebab masih membutuhkan pemeriksaan medis, pemeriksaan sampel makanan, serta penelusuran proses pengolahan dan distribusinya.

Badan Gizi Nasional (BGN) disebut telah mengamankan sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium. Penelusuran juga diarahkan pada alur distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke pesantren.

Pada Rabu (2/9/2026), operasional SPPG Yayasan Indonesia Makmur Mandiri di Kalitengah, Tanggulangin, dilaporkan dihentikan sementara sembari proses investigasi berlangsung.

Pemeriksaan tidak hanya menyasar makanan yang dikonsumsi para santri. Pemkab Sidoarjo juga akan mengecek proses pengolahan, kelayakan makanan hingga aspek perizinan penyedia makanan.

Subandi mengatakan pihaknya akan memanggil Dinas Kesehatan dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Besok kami panggil Dinas Kesehatan dan Dinas Perizinan. Jika nanti hasil pemeriksaan memastikan kejadian ini disebabkan oleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tentu akan segera kami tindak lanjuti,” tegas Subandi.

Ia menegaskan seluruh proses penyediaan makanan akan diperiksa untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

“Kami akan melihat bagaimana proses kelayakan makanannya. Mulai pengolahan seperti apa, termasuk izin-izinnya. Semua akan kami cek dan tindak lanjuti bersama dinas terkait,” lanjutnya.

Di tengah banyaknya santri yang menjalani perawatan, Subandi meminta para wali santri tidak panik dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Pemkab Sidoarjo bersama rumah sakit dan instansi terkait terus memantau kondisi para santri serta memastikan pelayanan medis diberikan secara maksimal.

“Saya mengimbau para wali santri semuanya, tidak usah ada kekhawatiran. Kami sebagai pimpinan daerah sudah memaksimalkan penanganan. Insya Allah semua santri akan sembuh,” ujarnya.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Berita Terbaru