PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Program bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa D3 Kebidanan dan Keperawatan di Kabupaten Pasuruan memasuki babak baru. Sebanyak 40 calon mahasiswa yang lolos seleksi resmi mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Akademi Kebidanan (Akbid) Sakinah Pasuruan, Kamis (4/9/2025).
Acara pembukaan dihadiri Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) KH Saifullah Damanhuri, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pasuruan Diano Vela Fery, serta sejumlah undangan dari kalangan akademisi dan pejabat daerah.
Diano menjelaskan, seluruh biaya pendidikan 20 mahasiswa D3 Kebidanan dan 20 mahasiswa D3 Keperawatan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah. Komponen bantuan mencakup biaya kuliah, seragam, kebutuhan asrama, hingga biaya hidup sehari-hari.
“Mulai dari seragam, uang gedung, uang semester, membayar air, listrik, makan minum sampai wisuda ditanggung pemerintah daerah,” ungkap Diano.
Total anggaran yang dialokasikan melalui APBD 2025 mencapai Rp851,8 juta. Rinciannya, setiap mahasiswa kebidanan menerima bantuan Rp20,07 juta, sedangkan mahasiswa keperawatan memperoleh Rp22,52 juta.
Menurut Diano, program ini lahir untuk memberi kesempatan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu, terutama dari kelompok desil 1 hingga 5. “Alhamdulillah sambutan masyarakat sangat antusias. Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Sebelum menentukan penerima, Pemkab Pasuruan melakukan proses seleksi ketat selama tiga bulan. Tahapan meliputi verifikasi administrasi, pemeriksaan kesehatan, penilaian akademik, hingga uji kesesuaian dengan latar belakang kesejahteraan keluarga.
Wakil Bupati Shobih Asrori menekankan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk peningkatan kualitas SDM. Ia berpesan agar mahasiswa memanfaatkan kesempatan kuliah gratis tersebut dengan maksimal.
“Selamat kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa. Pesan saya, gunakan ilmunya dengan baik. Setelah lulus, jadilah perawat dan bidan yang tangguh, mampu menolong siapa saja, baik orang kaya maupun orang tak punya,” tutur Shobih.
Lebih jauh, ia berharap lulusan program ini dapat membantu pemerintah menekan angka kematian ibu melahirkan (AKI) dan angka kematian bayi baru lahir (AKB) di Kabupaten Pasuruan.
Sementara itu, KH Saifullah Damanhuri menambahkan bahwa pendidikan di Akbid Sakinah memiliki ciri khas tersendiri dengan tambahan pembelajaran keagamaan. Hal ini diharapkan membentuk tenaga kesehatan yang tidak hanya terampil secara medis, tetapi juga memiliki pemahaman spiritual yang kuat.
“Bedanya kuliah di sini, ada muatan lokal agama selain pembelajaran kebidanan dan keperawatan. Misalnya cara menyucikan darah, aturan haid yang benar, aturan nifas yang benar, bahkan diajari ilmu suwuk juga ada di sini,” jelasnya.
Lainnya:
- Konten Digital Kian Tak Terkendali, DPD RI dan KPID Jatim Desak RUU Penyiaran Dikebut
- 230 Cakades di Sidoarjo Dikumpulkan, Subandi Singgung Politik Uang dan Ancaman Korupsi Desa
- Pasar Tradisional di Sidoarjo Terancam Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi dan Digitalisasi Besar-Besaran
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








