5.500 Guru Ngaji Sidoarjo Dapat Rp4,2 Juta Setahun, Subandi Siapkan Rp23 Miliar

Kamis, 20 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sidoarjo H. Subandi menyerahkan insentif secara simbolis kepada guru ngaji dan guru TPQ di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (19/8/2026) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Sidoarjo H. Subandi menyerahkan insentif secara simbolis kepada guru ngaji dan guru TPQ di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (19/8/2026) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 5.500 guru ngaji dan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kabupaten Sidoarjo menerima insentif dengan total anggaran Rp23 miliar sepanjang 2026. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH, MKn di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (19/8/2026) malam.

Setiap guru TPQ yang memenuhi persyaratan menerima insentif Rp350 ribu per bulan atau Rp4,2 juta dalam setahun. Salah satu syarat utama penerima adalah terdata dalam Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama.

Penyaluran tersebut menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap keberadaan guru ngaji yang dinilai memiliki peran penting dalam pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter anak sejak usia dini.

Di hadapan para penerima insentif, Subandi menegaskan program tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan bantuan kesejahteraan bagi tenaga pendidik keagamaan. Pemerintah daerah menempatkannya sebagai bagian dari investasi untuk memperkuat fondasi moral dan karakter generasi muda Sidoarjo.

“Anggaran ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran strategis guru ngaji dalam membangun karakter dan moral generasi muda sejak usia dini,” kata Subandi.

Menurut Subandi, peran guru TPQ jauh lebih luas daripada sekadar mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Para guru juga menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang menanamkan nilai moral, kedisiplinan, sopan santun, serta dasar-dasar keagamaan kepada anak-anak.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk menjadi bekal anak dalam menghadapi perubahan dan perkembangan zaman. Karena itu, Subandi mengajak guru TPQ, pemerintah daerah, serta orang tua membangun kerja bersama dalam membentuk karakter anak.

“Ayo bareng-bareng membangun mental fondasi anak kita. Pemerintah daerah hadir memberikan insentif guru ngaji, kepingin anak-anak kita dapat fondasi semuanya iso ngaji. Niki yang penting,” ujarnya.

Subandi juga menitipkan pesan kepada para guru agar terus mendampingi anak-anak dalam menguasai kemampuan dasar membaca Al-Qur’an. Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan pendidikan keagamaan melalui peran para guru TPQ.

“Kulo pesen teng panjenengan, ayo sareng-sareng anak-anak kita, Bupati, Wakil Bupati direncangi, minterno anak-anak ben saget ngaji,” pesannya.

Pemkab Sidoarjo juga membuka peluang penambahan jumlah penerima insentif pada tahun berikutnya. Penambahan tersebut bergantung pada jumlah guru TPQ yang memenuhi persyaratan administrasi dan telah masuk dalam pendataan EMIS.

Subandi mengatakan pemerintah daerah bersama DPRD Sidoarjo akan mengupayakan realisasi anggaran apabila jumlah guru yang memenuhi ketentuan bertambah. Data EMIS menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan penerima bantuan tersebut.

“Kalau data EMIS ini masuk, InsyaAllah tetap akan kita realisasikan dalam PAK. Apabila data EMIS-nya semisal 8.000 guru, InsyaAllah Bupati dan DPRD akan merealisasikan 8.000,” tegasnya.

Pernyataan itu memberi ruang bagi guru TPQ yang saat ini belum menerima insentif untuk masuk dalam program pada periode berikutnya, sepanjang seluruh persyaratan yang ditetapkan dapat dipenuhi.

Ketua Forum Komunikasi Kepala (FKK) TPQ Kabupaten Sidoarjo, H. Saifullah, menyambut positif penyaluran insentif tersebut. Ia mengapresiasi perhatian Pemkab Sidoarjo terhadap guru ngaji yang selama ini menjalankan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang mulai tahun 2006 sampai hari ini 2026, sudah 20 tahun selalu memberikan insentif kepada guru TPQ di Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Saifullah berharap cakupan penerima insentif dapat terus diperluas. Menurut dia, masih terdapat guru TPQ yang belum mendapatkan bantuan karena persoalan administrasi, terutama berkaitan dengan penyelesaian pendataan EMIS.

Ia mendorong para guru segera menuntaskan proses pendataan tersebut. EMIS menjadi salah satu persyaratan utama sesuai petunjuk teknis penerima insentif yang telah ditetapkan.

“Manakala ada guru-guru TPQ yang belum selesai dan beres untuk EMIS-nya, maka mereka tidak mendapatkan insentif karena itu masuk dalam juknis penerima insentif Kabupaten Sidoarjo yang sudah ditandatangani di tahun 2024,” jelasnya.

FKK TPQ Sidoarjo memperkirakan jumlah penerima insentif dapat meningkat pada 2027. Saat ini, sekitar 85 persen guru TPQ disebut telah menyelesaikan proses pendataan EMIS.

Masih terdapat sejumlah kendala teknis dalam proses tersebut, termasuk persoalan koneksi internet dan server EMIS. Kendala itu membuat sebagian guru belum dapat menyelesaikan administrasi sesuai ketentuan.

Saifullah tetap optimistis proses pendataan akan semakin tuntas sehingga lebih banyak guru TPQ dapat masuk sebagai penerima insentif pada tahun berikutnya.

“InsyaAllah sudah hampir 85 persen untuk bisa menyelesaikan EMIS, sehingga kami yakin nanti di 2027 lebih dari 5.000 yang akan mendapatkan insentif karena EMIS-nya sudah terselesaikan,” ujarnya.

Penyaluran Rp23 miliar untuk 5.500 guru ngaji dan guru TPQ tersebut menunjukkan perhatian Pemkab Sidoarjo terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan di tingkat masyarakat. Program ini juga diarahkan untuk menjaga peran guru TPQ dalam membangun kemampuan keagamaan sekaligus karakter anak sejak dini.

Pemerintah daerah memastikan program insentif akan terus dievaluasi dan diupayakan berkelanjutan. Perbaikan pendataan menjadi salah satu kunci agar guru TPQ yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh hak sesuai mekanisme yang berlaku.

Bagi Sidoarjo, keberadaan guru ngaji tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar membaca Al-Qur’an. Mereka menjadi bagian dari proses pendidikan yang ikut membentuk moral, kedisiplinan, sopan santun, dan fondasi keagamaan generasi muda.

Dengan pendataan EMIS yang terus didorong hingga tuntas, peluang bertambahnya penerima insentif pada 2027 semakin terbuka. Pemkab Sidoarjo juga memberi sinyal bahwa jumlah penerima dapat disesuaikan dengan data guru TPQ yang memenuhi persyaratan serta kemampuan penganggaran daerah.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan
MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya
Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari
Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah
Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru
Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup Besok, Lulusan Baru Diminta Segera Melamar
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
Safari Inklusi Sukapura Dorong Sekolah Lebih Adaptif terhadap Kebutuhan Murid

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:49

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan

Rabu, 4 November 2026 - 18:44

MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya

Rabu, 4 November 2026 - 12:55

Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari

Selasa, 3 November 2026 - 19:11

Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah

Selasa, 3 November 2026 - 18:58

Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru

Berita Terbaru