638 Siswa MI Pasuruan Lulus Tahfidz Juz 30, Bukti Penguatan Karakter Sejak Dini

- Redaksi

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 638 siswa MI mengikuti wisuda tahfidz Juz 30 di Pendopo Nyawiji Pasuruan, Jumat (17/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Sebanyak 638 siswa MI mengikuti wisuda tahfidz Juz 30 di Pendopo Nyawiji Pasuruan, Jumat (17/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 638 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Pasuruan resmi diwisuda sebagai penghafal Al-Qur’an Juz 30. Capaian ini menjadi indikator penguatan pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan di tingkat dasar yang berdampak langsung pada pembentukan moral generasi muda.

Wisuda digelar di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Jumat (17/4/2026), dihadiri Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan. Kegiatan ini merupakan puncak dari proses panjang pembelajaran dan evaluasi tahfidz di lingkungan madrasah.

Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan, Haryono, menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat 776 siswa yang mengikuti ujian munaqosah. Dari jumlah tersebut, 638 siswa dinyatakan lulus setelah melalui uji hafalan yang ketat.

“Ujian dilaksanakan Februari lalu. Peserta harus menghafal Juz 30 serta surat-surat pilihan. Ini bukti kesungguhan siswa dalam mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.

Program tahfidz di tingkat MI dinilai memiliki dampak luas, tidak hanya pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan akhlak. Hal ini penting di tengah tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori mengaku bangga dengan capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis nilai agama dapat berjalan optimal, bahkan di luar lembaga khusus tahfidz.

“Saya bangga, karena mereka bukan dari pondok pesantren khusus tahfidz, tapi dari MI sudah mampu menghafal Al-Qur’an,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan ini harus diikuti dengan implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Hafalan tanpa pengamalan dinilai belum cukup untuk membentuk generasi yang berintegritas.

“Jangan hanya dihafalkan, tapi diamalkan. Dari sini akan lahir generasi yang berakhlakul karimah,” tambahnya.

Ke depan, program tahfidz diharapkan terus diperkuat sebagai bagian dari layanan pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembangunan karakter. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan siswa, tetapi juga masyarakat secara luas.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas
Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan
Perintis dan Aksi Biru Lamongan Tekan Anak Putus Sekolah, Ini Dampaknya
Hardiknas 2026: Kebijakan Terus Berubah, Arah Pendidikan Dipertanyakan
SDN Sumberkerep Sapu Bersih Juara Hardiknas 2026 di Mantup Lamongan
Hardiknas 2026 di SDN Sumberbendo Mantup Lamongan, Fokus Pendidikan Karakter
Kapolsek Tikung Hadiri Hardiknas 2026 di SDN Bakalanpule 2 Lamongan
Tim Korwil Mantup Lamongan Menggila Tembus Final Turnamen Pelajar

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:45 WIB

Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:41 WIB

Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:34 WIB

Perintis dan Aksi Biru Lamongan Tekan Anak Putus Sekolah, Ini Dampaknya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:24 WIB

Hardiknas 2026: Kebijakan Terus Berubah, Arah Pendidikan Dipertanyakan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:15 WIB

SDN Sumberkerep Sapu Bersih Juara Hardiknas 2026 di Mantup Lamongan

Berita Terbaru