80 Kepala Desa Resmi Dilantik, Bupati Sidoarjo Minta Tinggalkan Konflik Politik dan Fokus Bangun Desa

Senin, 29 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 80 kepala desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi di Pendopo Delta Wibawa, Senin (29/6/2026). Pelantikan tersebut menjadi awal babak baru kepemimpinan desa di Kabupaten Sidoarjo.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, Ketua DPRD Sidoarjo, jajaran Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial pergantian kepemimpinan, melainkan awal pengabdian untuk melayani masyarakat.

Menurutnya, jabatan kepala desa merupakan amanah rakyat yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab.

“Mulai hari ini tidak ada lagi nomor urut, tidak ada lagi kubu pendukung. Yang ada hanyalah kepala desa yang wajib melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik,” tegasnya.

Subandi meminta seluruh kepala desa segera mengakhiri dinamika politik yang terjadi selama Pilkades. Ia menekankan bahwa energi pemerintahan desa harus diarahkan sepenuhnya untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh kepala desa merangkul para mantan rival politik beserta pendukungnya demi memperkuat persatuan di tingkat desa.

“Setelah kembali ke desa masing-masing, rangkullah semua calon yang kemarin berkompetisi. Tidak ada lagi lawan, semuanya adalah mitra membangun desa. Masa jabatan delapan tahun bukan waktu yang singkat. Jangan dihabiskan untuk memelihara konflik politik, tetapi gunakan untuk menghadirkan karya nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Subandi, visi dan misi para kepala desa akan lebih mudah diwujudkan apabila pemerintahan desa dibangun dengan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat.

Dari 80 kepala desa yang dilantik, sebanyak 17 orang merupakan petahana, sedangkan 63 lainnya merupakan kepala desa baru, termasuk yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris desa maupun perangkat desa. Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum lahirnya regenerasi kepemimpinan di tingkat desa.

Karena itu, ia meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama para camat memberikan pembinaan dan pendampingan intensif kepada kepala desa yang baru menjabat agar memahami tata kelola pemerintahan desa, pengelolaan keuangan, regulasi, hingga pelayanan publik.

“Saya minta DPMD dan para camat tidak menunggu program resmi. Berikan pembekalan sejak awal agar kepala desa memahami tugas, fungsi, kewenangan, serta aturan yang berlaku. Semangat saja tidak cukup, harus dibarengi pemahaman terhadap regulasi,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Subandi juga mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Pilkades Serentak 2026 yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti semakin matangnya demokrasi di Kabupaten Sidoarjo.

Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, Forkopimda, panitia penyelenggara, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Terkait masih adanya pihak yang menempuh jalur hukum atas hasil Pilkades, Subandi menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan hak konstitusional setiap warga negara dan harus dihormati.

“Indonesia adalah negara hukum. Semua pihak memiliki hak untuk menempuh mekanisme hukum yang berlaku. Namun proses tersebut tidak menghalangi pelantikan kepala desa yang telah ditetapkan sesuai ketentuan perundang-undangan,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Bupati Subandi mengajak seluruh masyarakat meninggalkan perbedaan pilihan politik dan kembali bersatu membangun desa.

“Demokrasi mengajarkan kita siap menang dan siap kalah. Kini saatnya bergandengan tangan, memperkuat persatuan, dan menghadirkan pemerintahan desa yang melayani, transparan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru