LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Seorang anak buah kapal (ABK) KMN Mitra Usaha berinisial W (47), warga Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, meninggal dunia saat kapal beroperasi di Perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep. Peristiwa tersebut dilaporkan kepada Satpolairud Polres Lamongan pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB oleh Ketua Rukun Nelayan Dengok, Desa Kandangsemangkon.
Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid mengatakan, korban diketahui meninggal pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB ketika KMN Mitra Usaha masih berada di wilayah perairan Masalembu. Kapal sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 05.00 WIB dengan membawa seorang nahkoda dan 13 ABK.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat mandi, melaksanakan salat, dan mencuci pakaian. Saat menjemur pakaian, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri,” kata Hamzaid.
Rekan-rekan korban segera membawanya ke dalam rumah-rumahan kapal. Nahkoda kemudian memberikan pertolongan awal dengan mengoleskan minyak kayu putih pada bagian perut korban sebelum korban terlihat tertidur.
Namun sekitar pukul 23.00 WIB, nahkoda kembali memeriksa kondisi korban dan mendapati tubuh korban sudah tidak bergerak. Setelah dilakukan pengecekan denyut nadi dan pernapasan, korban dinyatakan meninggal dunia.
Atas kejadian itu, nahkoda bersama seluruh awak kapal memutuskan menghentikan aktivitas melaut dan kembali ke Pelabuhan PPN Brondong. KMN Mitra Usaha tiba dan bersandar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 19.50 WIB.
Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Guntur bersama personel kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RS ARSY Paciran untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum. Polisi juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait serta meminta keterangan sejumlah saksi guna melengkapi proses penanganan.
“Setelah menerima informasi, personel Satpolairud langsung melakukan penanganan sesuai prosedur, mulai dari koordinasi dengan pihak terkait hingga mengevakuasi jenazah ke RS ARSY Paciran untuk dilakukan visum. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Meski demikian, penyebab pasti kematian tetap menunggu hasil pemeriksaan medis,” pungkas Hamzaid.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar