Aduan THR 2026 Membludak, Kemnaker Minta Pengawas Turun Tangan – Jakarta

Kamis, 26 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan memantau aktivitas Posko THR Kemnaker saat menerima aduan pekerja, Rabu (25/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menteri Ketenagakerjaan memantau aktivitas Posko THR Kemnaker saat menerima aduan pekerja, Rabu (25/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Kementerian Ketenagakerjaan memastikan setiap aduan Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 ditindaklanjuti secara intensif. Lonjakan laporan dari pekerja mendorong pemerintah mempercepat pengawasan agar hak buruh tidak terabaikan.

Langkah ini ditempuh di tengah masih tingginya aduan terkait keterlambatan hingga ketidaksesuaian pembayaran THR oleh sejumlah perusahaan di berbagai daerah.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, meminta para gubernur segera menginstruksikan pengawas ketenagakerjaan turun langsung ke lapangan. Pemeriksaan dilakukan terhadap setiap laporan yang masuk melalui Posko THR Kemnaker maupun posko di dinas tenaga kerja daerah.

Menurutnya, pengawasan tidak boleh berhenti pada tahap administrasi semata. Setiap aduan harus berlanjut pada pemeriksaan, koreksi, hingga penyelesaian konkret yang memberikan kepastian bagi pekerja.

Upaya ini dinilai krusial karena banyak laporan yang masih dalam proses. Pemerintah ingin memastikan seluruh pengaduan bergerak cepat dan tidak menumpuk tanpa kejelasan tindak lanjut.
“Saya minta para gubernur segera menerjunkan pengawas ketenagakerjaan untuk memeriksa setiap laporan yang masuk. Negara tidak boleh membiarkan aduan pekerja menumpuk tanpa kepastian,” tegas Yassierli, Rabu (25/3/2026).

Sementara itu, Direktur Jenderal Binwasnaker dan K3, Ismail Pakaya, menyebut hingga 25 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, telah diterbitkan 200 laporan hasil pemeriksaan, 7 Nota Pemeriksaan I, dan 4 rekomendasi. Sebanyak 1.461 kasus masih diproses, sementara 173 kasus telah selesai.

“Pengawas ketenagakerjaan akan terus mengawal seluruh laporan sampai ada penyelesaian yang konkret dan terukur,” ujar Ismail.
Tingginya aduan THR menunjukkan masih adanya ketidakpatuhan perusahaan terhadap kewajiban normatif. Jika tidak ditangani cepat, kondisi ini berpotensi memicu keresahan pekerja, terutama menjelang hari raya.

Pemerintah menilai kepatuhan pembayaran THR bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja.

Ismail menegaskan perusahaan tidak perlu menunggu teguran untuk memenuhi kewajiban. “Bayar THR tepat waktu, sesuai ketentuan. Hak pekerja harus dilindungi, dan pemerintah akan memastikan itu,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru