MATARAM, RadarBangsa.co.id – RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menjalani penilaian akreditasi lembaga pelatihan kesehatan secara daring oleh Kementerian Kesehatan RI, Rabu (22/4/2026). Proses ini menjadi ujian penting untuk memastikan kualitas pelatihan tenaga kesehatan berdampak langsung pada layanan publik.
Penilaian yang dilakukan Direktorat Jenderal SDM Kesehatan ini bukan sekadar formalitas. Akreditasi menjadi tolok ukur apakah sistem pelatihan di rumah sakit mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan semakin kompleks.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Hj. NK. Eka Nurhayati, menegaskan bahwa penguatan kualitas SDM adalah kunci utama peningkatan layanan kesehatan. Menurutnya, masyarakat akan merasakan langsung dampaknya melalui pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan profesional.
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan yang terstandar dan berkelanjutan agar berdampak nyata pada mutu pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Tim asesor yang terdiri dari tenaga profesional menilai berbagai aspek, mulai dari sistem pelatihan, kelengkapan dokumen, hingga kesiapan sarana dan prasarana. Seluruh proses dilakukan secara virtual, termasuk observasi fasilitas dan pendalaman materi melalui breakout session.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kesenjangan kompetensi tenaga kesehatan. Tanpa pelatihan yang terstandar, risiko kesalahan layanan dan rendahnya kualitas penanganan pasien bisa meningkat.
Bagi masyarakat, hasil akreditasi ini berimplikasi langsung pada kualitas layanan rumah sakit. Tenaga medis yang terlatih akan meningkatkan keselamatan pasien, mempercepat penanganan, serta meminimalkan kesalahan medis.
Selain itu, akreditasi juga memperkuat posisi rumah sakit sebagai pusat pengembangan kompetensi tenaga kesehatan. Hal ini penting untuk mendukung sistem kesehatan daerah yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Melalui proses ini, RSUD H. Moh. Ruslan diharapkan mampu menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan kapasitas tenaga medis, tetapi juga pada kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap pelatihan benar-benar berdampak pada pelayanan yang lebih baik. Itu tujuan utama kami,” pungkas Eka Nurhayati.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar