Aksi Pemerasan Berkedok LSM Terbongkar, Tiga Warga Lumajang Diciduk Polsek Gucialit | RadarBangsa Lamongan

Minggu, 17 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oknum Pelaku kejahatan di Lumajang saat diamankan polisi  (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Oknum Pelaku kejahatan di Lumajang saat diamankan polisi (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Aparat Polres Lumajang menangkap tiga orang yang mengaku sebagai anggota LSM LBSI setelah diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit. Ketiganya ditangkap saat tengah bertransaksi di sebuah warung makan pada Kamis (14/8/2025).

Ketiga pelaku diketahui berinisial FA (33), warga Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh; SB (57), warga Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko; serta AM (39), warga Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang.

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, mengungkapkan modus yang digunakan para pelaku adalah menakut-nakuti kepala desa dengan isu adanya pelanggaran di tingkat desa. Mereka kemudian meminta uang tebusan agar persoalan itu tidak diungkap ke publik maupun dilaporkan ke Inspektorat.

“Awalnya, ketiga oknum ini meminta Rp30 juta. Namun setelah dilakukan negosiasi, kepala desa hanya menyanggupi Rp20 juta,” jelas Kapolres dalam konferensi pers, Sabtu (16/8/2025).

Sebelum transaksi terjadi, kepala desa lebih dulu melapor ke Polsek Gucialit. Polisi lalu melakukan penyelidikan dan akhirnya melakukan penangkapan saat uang diserahkan. Dari operasi itu, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai Rp20 juta serta tiga unit telepon genggam milik para pelaku.

Kapolres menegaskan, alasan yang dipakai para oknum LSM sebenarnya tidak berdasar. Mereka menyebutkan berbagai dugaan pelanggaran, mulai dari penggunaan kendaraan dinas, tanah kas desa, hingga renovasi fasilitas. Padahal, menurut penyelidikan polisi, persoalan tersebut sudah diselesaikan di tingkat kecamatan.

“Jadi ini murni modus untuk menakut-nakuti agar bisa mendapatkan uang. Kami pastikan Polres Lumajang tidak akan membiarkan praktik pemerasan berkedok LSM seperti ini,” tegas Alex.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 369 KUHP tentang pemerasan, dengan ancaman hukuman hingga empat tahun penjara.

Kapolres juga mengimbau masyarakat dan perangkat desa untuk tidak segan melapor apabila mengalami intimidasi serupa. “Kami butuh partisipasi warga agar bersama-sama memberantas tindakan yang meresahkan seperti ini,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru