Ancaman Kekeringan 2026 Mengintai, Khofifah Perintahkan Daerah Bergerak Cepat Selamatkan Produksi Pangan

Sabtu, 4 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau 2026 yang diprediksi berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan seluruh kepala daerah memperkuat langkah strategis guna menjaga produksi pangan tetap stabil.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat resmi Gubernur Jawa Timur sebagai tindak lanjut arahan Kementerian Pertanian terkait potensi risiko kekeringan pada periode April hingga Agustus 2026.

Khofifah menegaskan bahwa langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini dan tidak menunggu dampak kekeringan benar-benar terjadi. Ia meminta seluruh bupati dan wali kota segera melakukan pemetaan wilayah rawan serta menyiapkan sistem antisipasi yang terukur.

Berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah sentra pertanian di Jawa Timur. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu siklus tanam dan produksi pangan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Sejumlah langkah konkret pun ditekankan, mulai dari penguatan sistem peringatan dini hingga pengaktifan brigade kekeringan di daerah. Selain itu, optimalisasi pengelolaan sumber daya air juga menjadi fokus utama, termasuk rehabilitasi jaringan irigasi dan pemanfaatan embung serta sumur dangkal.

Pemerintah daerah juga didorong mempercepat masa tanam di wilayah potensial serta menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering. Penyesuaian pola tanam berdasarkan kondisi iklim dan ketersediaan air juga menjadi bagian penting dalam strategi tersebut.

“Kita akan tingkatkan koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah agar semuanya bisa mengantisipasi dini musim kemarau tahun ini,” ujar Khofifah di Gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (2/4).

Ia menegaskan bahwa produksi pertanian tidak boleh terganggu karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat. “Kita tidak boleh menunggu dampak terjadi baru bertindak. Produksi harus tetap terjaga,” tegasnya.

Langkah ini dinilai krusial mengingat Jawa Timur merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Gangguan produksi akibat kekeringan berpotensi berdampak luas, tidak hanya bagi petani tetapi juga terhadap stabilitas harga pangan di tingkat nasional.

Selain itu, perubahan iklim yang semakin tidak menentu menuntut pemerintah daerah untuk lebih adaptif dalam merancang strategi pertanian. Sinergi antara pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga ketahanan pangan.

Khofifah juga meminta pemerintah daerah aktif melaporkan perkembangan produksi sebagai bagian dari upaya monitoring dan evaluasi secara berkala.

Dengan langkah antisipatif tersebut, Pemprov Jawa Timur optimistis mampu menekan dampak musim kemarau dan menjaga produksi pangan tetap stabil.

“Ketahanan pangan adalah fondasi. Kita harus pastikan Jawa Timur tetap menjadi lumbung pangan nasional, bahkan dalam kondisi iklim yang menantang,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru