Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Soroti 34 Gempa Susulan di Pacitan, Alarm Serius Kesiapsiagaan Bencana Jawa Selatan

Sabtu, 7 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama menyampaikan pernyataan terkait gempa Pacitan dan mitigasi bencana, Jumat (6/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama menyampaikan pernyataan terkait gempa Pacitan dan mitigasi bencana, Jumat (6/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai rangkaian 34 gempa susulan pascagempa magnitudo 6,2 di Pacitan sebagai alarm serius bagi kesiapsiagaan bencana di wilayah selatan Jawa yang rawan aktivitas seismik.

Gempa utama terjadi pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB dengan pusat di laut, sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, pada kedalaman 58 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Jumat malam terdapat 34 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar M4,2 dan terkecil M2,1. BMKG memastikan rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meski demikian, dampak di lapangan menunjukkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas pemerintah, tempat ibadah, sarana pendidikan, hingga fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Puluhan warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

Lia Istifhama menegaskan, kondisi ini tidak boleh dipandang sebagai peristiwa biasa. “Rentetan gempa susulan ini harus menjadi peringatan keras. Kesiapsiagaan bencana tidak boleh bersifat reaktif, melainkan dibangun secara sistematis dan berkelanjutan,” ujar Lia dalam keterangannya di Jakarta.

Menurutnya, wilayah selatan Jawa berada di jalur rawan gempa sehingga upaya mitigasi harus menjadi agenda prioritas. Ia mendorong audit ketahanan bangunan, kesiapan jalur evakuasi, serta penguatan edukasi kebencanaan kepada masyarakat agar risiko korban dapat ditekan.

Lia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BMKG, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Respons kebencanaan harus cepat, terpadu, dan terukur, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan,” katanya.

Sebagai wakil daerah, Lia berharap kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat terdampak. “Negara harus hadir melindungi warganya, bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi juga melalui kesiapan sebelum bencana,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru