Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Soroti Delay Penerbangan Lion Air, Apresiasi Sikap Kru

- Redaksi

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama (kanan), menghadiri agenda resmi bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur, Sabtu (27/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama (kanan), menghadiri agenda resmi bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur, Sabtu (27/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Keterlambatan jadwal penerbangan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi industri penerbangan Indonesia. Perubahan rute mendadak hingga transit tanpa pemberitahuan yang jelas kerap menimbulkan keresahan di kalangan penumpang. Kondisi ini kembali mencuat setelah dialami langsung oleh anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau akrab disapa Ning Lia.

Pada Sabtu (27/9/2025), Ning Lia menggunakan maskapai Lion Air dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan jadwal, pesawat seharusnya lepas landas pukul 05.15 WIB. Namun kenyataannya, pesawat baru terbang sekitar pukul 07.00 WIB setelah hampir dua jam penumpang menunggu. Tidak berhenti di situ, pihak maskapai juga melakukan perubahan rute dan transit mendadak, sehingga agenda kegiatan Ning Lia di Kupang pun harus tertunda.

Meski kecewa dengan situasi tersebut, Ning Lia mengaku tetap bisa mengendalikan emosi karena merasa mendapat pelayanan ramah dari awak kabin. “Kalau delay itu memang tidak mengenakkan, apalagi kalau sampai berjam-jam. Tapi ketika kru pesawat dan pramugari bersikap ramah, informatif, serta membuat penumpang merasa diperhatikan, suasana bisa lebih tenang dan tidak penuh keluhan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (28/9/2025).

Politisi muda yang dikenal dekat dengan kalangan milenial itu menilai, kualitas pelayanan menjadi faktor kunci dalam menjaga kenyamanan penumpang di tengah situasi yang tidak ideal. Menurutnya, sikap ramah, komunikasi terbuka, dan perhatian personal dari kru mampu meredam ketegangan yang biasanya muncul akibat keterlambatan penerbangan.

Ning Lia, yang sebelumnya pernah dinobatkan sebagai Wakil Rakyat Terpopuler versi ARCI, menekankan pentingnya evaluasi serius terhadap delay penerbangan yang masih kerap berulang. Ia menilai, meskipun kendala teknis dan faktor cuaca tidak bisa dihindari, transparansi informasi dan kesiapan fasilitas menjadi bagian tak terpisahkan dari pelayanan.

“Penumpang sebenarnya bisa memahami kendala teknis atau faktor cuaca. Yang paling penting jangan sampai merasa diabaikan. Komunikasi yang jelas, fasilitas tunggu yang nyaman, dan pelayanan kru yang baik bisa membuat delay tetap terasa manusiawi,” ungkap Putri almarhum KH Maskur Hasyim itu.

Selain pelayanan kru, Ning Lia juga menyoroti aspek regulasi dan pengawasan pemerintah. Ia menyebut perlu adanya penguatan standar pelayanan minimum (SPM) di dunia penerbangan, termasuk kewajiban maskapai untuk memberikan kompensasi sesuai aturan ketika keterlambatan berlangsung lama. Pelatihan intensif bagi awak kabin agar tetap sigap, ramah, dan komunikatif juga dianggap mutlak.

Ia menegaskan, maskapai harus menyeimbangkan aspek teknis penerbangan dengan kenyamanan penumpang. Fasilitas ruang tunggu, layanan informasi real-time, serta kesiapan skema kompensasi merupakan bentuk tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan. “Saya berharap maskapai di Indonesia tidak hanya fokus pada aspek teknis penerbangan, tetapi juga benar-benar memperhatikan kepuasan penumpang sebagai prioritas utama,” tuturnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah
Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa
Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Hari Buruh 2026 di Jember, BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 21:38 WIB

Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah

Senin, 4 Mei 2026 - 21:26 WIB

Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa

Senin, 4 Mei 2026 - 12:28 WIB

Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:30 WIB

May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja

Berita Terbaru