Anggota DPD RI Komisi III Lia Istifhama Gaungkan Peran Pemuda Muslim Asia Tenggara di Panggung Global

Minggu, 23 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemateri webinar internasional STAI Taruna Surabaya memaparkan pentingnya kolaborasi global dan peran pemuda Muslim Asia Tenggara. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemateri webinar internasional STAI Taruna Surabaya memaparkan pentingnya kolaborasi global dan peran pemuda Muslim Asia Tenggara. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Upaya memperkuat kontribusi Asia Tenggara dalam lanskap peradaban Islam dan kerja sama global kembali mengemuka dalam International Webinar bertajuk “The Role of Southeast Asian Muslim Civilization and the Acceleration of International Collaboration” yang digelar STAI Taruna Surabaya pada 21–22 November 2025. Acara berlangsung secara virtual melalui Zoom dan menghadirkan pembicara dari Indonesia, Malaysia, serta Thailand.

Ketua STAI Taruna Surabaya, Asist. Prof. Dr. H. Zuman Malaka, menegaskan bahwa umat Muslim Asia Tenggara memiliki modal historis dan sosial yang kuat untuk memperluas pengaruh positf di tingkat global. Menurutnya, tantangan era modern menuntut institusi pendidikan Islam untuk tampil lebih progresif dalam riset dan jejaring internasional. “Kolaborasi lintas negara kini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak agar ilmu pengetahuan dan dakwah rahmatan lil ‘alamin mampu menjawab dinamika zaman,” ujarnya saat membuka acara.

Anggota DPD RI Komisi III sekaligus Ketua Yayasan Universitas Taruna Surabaya, Dr. Lia Istifhama, memaparkan bahwa percepatan inovasi hanya dapat dicapai melalui sinergi antara akademisi, lembaga riset, dan generasi muda. Lia, yang juga dikenal sebagai peraih penghargaan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan 2025, menilai komunitas Muslim Asia Tenggara memiliki posisi strategis dalam mendorong harmoni global. “Kita tidak boleh tertinggal dalam percakapan internasional. Dunia bergerak cepat, dan umat Muslim harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar penonton,” ujar Ning Lia.

Menurutnya, peran pemuda menjadi titik penting dalam peradaban Islam modern. Berdasarkan data BPS 2024, populasi pemuda Indonesia mencapai 64,22 juta jiwa. Jumlah besar ini, kata Lia, merupakan potensi energi sosial yang dapat menggerakkan inovasi di berbagai sektor. Ia bahkan menautkan perspektif kepemimpinan adaptif Frederick E. Fiedler yang menyebut bahwa pemimpin efektif adalah mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan, terutama dalam era digital dan disrupsi teknologi.

Ning Lia turut menyoroti persoalan kemiskinan kultural yang menghambat perkembangan generasi muda. Menurutnya, kemiskinan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga keterbatasan akses terhadap pendidikan, literasi digital, peluang sosial, serta ruang untuk berpartisipasi dalam pembangunan. “Ketika anak muda tidak memiliki akses, maka lahirlah hambatan baru yang bersifat struktural. Karena itu, negara dan lembaga pendidikan harus hadir membuka jalan,” tegasnya.

Pada sesi berbeda, para akademisi dari Malaysia dan Thailand, seperti Asist. Prof. Muhammad Mahbubi Ali, Ph.D., dan Abdul Meatam, M.IRKH., Ph.D., mengupas peluang kerja sama perguruan tinggi berbasis riset, program pertukaran dosen–mahasiswa, hingga integrasi pengabdian masyarakat lintas negara. Mereka sepakat bahwa masa depan Muslim Asia Tenggara bergantung pada kualitas sumber daya manusia dan kemampuannya beradaptasi dengan transformasi global.

Webinar internasional ini dipandu oleh moderator Dr. Sauli Anah dan Ainur Rif’at yang mendorong diskusi interaktif. Peserta juga memperoleh akses jejaring akademik internasional dan e-sertifikat sebagai penunjang kegiatan profesional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, STAI Taruna Surabaya menegaskan komitmennya untuk menjadi simpul kolaborasi dunia Islam regional dan pusat penguatan peran pemuda, inovasi, serta riset global. Institusi ini berharap kerja sama lintas negara akan terus berkembang dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat Asia Tenggara.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru