SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, mengapresiasi program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang digagas Pemerintah Kota Surabaya. Ia menilai, program tersebut sangat membantu masyarakat kurang mampu untuk memperoleh hunian yang lebih layak dan manusiawi.
Menurut Ning Lia—sapaan akrabnya—program Rutilahu tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap masyarakat kecil. Meski demikian, ia menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi yang efektif antara pelaksana proyek dan masyarakat penerima manfaat.
“Saya sangat mengapresiasi program Rutilahu ini. Namun saya juga berharap ada komunikasi yang jelas kepada masyarakat terkait proses pembangunan, khususnya mengenai anggaran dan batasan teknis,” ujar Ning Lia, Selasa (24/6/2025).
Ia menjelaskan, tidak jarang masyarakat memiliki ekspektasi tinggi terhadap hasil akhir pembangunan rumah, sementara anggaran program sudah memiliki pagu tertentu yang harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
“Kadang masyarakat mengira rumahnya akan selesai sempurna—dicat, lengkap, dan siap huni. Padahal, dengan harga bahan bangunan yang terus meningkat, anggaran itu sebenarnya sudah dimaksimalkan. Karena itu, penting agar masyarakat diberikan pemahaman sejak awal, agar tidak terjadi salah persepsi,” terangnya.
Lainnya:
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








