Anggota DPD RI Lia Istifhama Tekankan Empat Pilar untuk Kepemimpinan Muda Digital

Senin, 15 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama memberikan pemaparan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada kader PMII dan KOPRI Surabaya. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Anggota DPD RI Lia Istifhama memberikan pemaparan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada kader PMII dan KOPRI Surabaya. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI Lia Istifhama menegaskan pentingnya penguatan nilai kebangsaan dan kepemimpinan cerdas bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi dan dinamika politik digital. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama kader PMII dan KOPRI Surabaya di Balai Pelatihan Surabaya, Kamis (11/12).

Di hadapan ratusan peserta, Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia menyoroti praktik politik yang kerap menonjolkan pencitraan semu. Ia mengingatkan bahwa dukungan publik yang dibangun tanpa fondasi nilai dan kepercayaan akan rapuh ketika dihadapkan pada krisis.

“Dalam politik, dukungan yang tidak berlandaskan nilai dan kepercayaan akan mudah goyah. Kepemimpinan harus tumbuh dari relasi yang jujur dan bermakna dengan masyarakat,” ujar Ning Lia.

Ia menjelaskan konsep hubungan sosial Gemeinschaft yang menekankan ikatan emosional, nilai bersama, dan kepercayaan, berbeda dengan Gesellschaft yang bertumpu pada kepentingan rasional dan kontraktual. Menurutnya, kepemimpinan yang bertahan lama lahir dari pendekatan yang otentik, bukan semata-mata transaksional.

Mengutip pemikiran Ibnu Khaldun, Lia Istifhama menilai kejujuran merupakan fondasi utama pemimpin, namun harus ditopang oleh sejumlah kapasitas lain. Ia mencontohkan dinamika politik di Nepal, ketika generasi muda memilih figur perempuan senior sebagai pemimpin transisi pasca demonstrasi besar.

“Kejujuran itu penting, tetapi tidak cukup. Pemimpin modern harus cerdas membaca zaman, memahami masyarakat, dan kreatif merespons tantangan,” katanya.

Menurut senator asal Jawa Timur tersebut, terdapat empat unsur kunci kepemimpinan masa kini. Pertama, kecerdasan yang mencakup kemampuan analisis sosial dan adaptasi terhadap generasi Z yang kritis. Kedua, kecakapan digital, termasuk mengolah data, membaca opini publik, dan menghindari perilaku toksik di ruang maya. Ketiga, kesehatan fisik dan stamina sebagai penopang pelayanan publik. Keempat, kompetensi praktis untuk mewujudkan gagasan menjadi kebijakan nyata.

Ia juga memperkenalkan konsep toxic-free leadership, yakni kepemimpinan yang bersih, jernih, dan tidak meninggalkan beban sosial negatif. Di era global, lanjutnya, kekuatan negara ditentukan oleh kemampuannya memproduksi narasi, ide, dan inovasi melalui media dan konten digital.

“Dunia bisa berubah oleh pena dan gagasan yang ditulis serta disebarkan. Karena itu, saya konsisten menulis dan membagikan ide dalam bentuk berita agar mudah diingat dan diteruskan ke publik,” tegas peraih DetikJatim Award 2025 tersebut.

Ketua PC KOPRI PMII Surabaya, Nur Laila, mengapresiasi materi yang disampaikan. Ia menilai sosialisasi tersebut membuka perspektif baru bagi kader perempuan dan generasi muda tentang pentingnya komunikasi politik yang cerdas dan bernilai.

“Kami terdorong menjadi pemimpin dengan visi besar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khoirunnasi anfa’uhum linnas,” ujarnya singkat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru