KENDAL,RadarBangsa.co.id – warga berebut gunungan hasil bumi dalam tradisi Merti Desa di kawasan makam Nyai Pandansari, Desa Boja, Kabupaten Kendal, Kamis (26/3/2026), yang digelar pada bulan Syawal usai Idulfitri.
Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas keberkahan hasil pertanian yang melimpah, sekaligus upaya melestarikan warisan budaya turun-temurun. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap 1 Syawal, setelah Hari Raya Idulfitri.
Kirab budaya diawali dengan arak-arakan dua gunungan yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat dari lapangan menuju kawasan makam. Selain itu, peserta kirab juga menampilkan berbagai kesenian daerah dan kreasi budaya lainnya. Mereka membawa poster bertuliskan “Kirab Budaya Buka Luwur Nyai Pandansari” sebagai simbol ajakan menjaga tradisi budaya untuk negeri. Suasana semakin meriah dengan iringan bunyi drumband sepanjang perjalanan kirab.
Puncak acara terjadi saat gunungan tiba di lokasi akhir. Warga yang telah menunggu langsung menyerbu gunungan tersebut. Para ibu-ibu hingga anak-anak terlihat antusias berebut hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan, dan palawija yang tersusun di dalam gunungan.
Masyarakat setempat percaya, siapa pun yang berhasil mendapatkan bagian dari gunungan akan memperoleh berkah, seperti umur panjang dan rezeki yang melimpah.
Salah satu peserta, Ngatemi mengaku rela berdesakan demi mendapatkan hasil bumi tersebut. Ia berhasil mendapatkan sayur, serta polowijo dan buah-buahan.
“Sawi dan wortel dari gunungan,
Ini bukan sekadar sayur, tapi bisa membawa keberkahan untuk keluarga,” ujarnya.
Tradisi berebut gunungan ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga mencerminkan nilai spiritual yang masih dipegang teguh oleh masyarakat. Selain itu, kegiatan ini turut mempererat kebersamaan antarwarga serta menjaga kelestarian budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Penulis : Rob
Editor : Arifin Zaenul
















Komentar