JEMBER, RadarBangsa.co.id — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menegaskan kualitas rumah subsidi di Jember sudah sangat baik dan mendekati standar komersial. Di sisi lain, Apersi Korwil Jember mendorong pemerintah melakukan penyesuaian harga jual rumah subsidi di tengah kenaikan biaya bahan bangunan dan upah tenaga kerja.
Hal tersebut mengemuka dalam rangkaian road show DPP Apersi di Jawa Timur yang dirangkaikan dengan Developer Gathering Korwil Apersi Jember Raya di Rembangan Hotel, Jember, Rabu (23/9/2026).
Ketua Umum DPP Apersi Deddy Indra Setiawan, S.E., hadir bersama jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) Apersi Jawa Timur serta perwakilan perbankan nasional, yakni BTN, BSI, Bank Mandiri, BRI, dan Bank Jatim.
Dalam kunjungan tersebut, Deddy mengatakan DPP Apersi ingin melihat secara langsung standar pembangunan hunian di daerah sekaligus menyerap aspirasi anggota. Kegiatan itu juga menjadi ruang untuk memberikan motivasi kepada pengembang di tengah tantangan kondisi ekonomi.
“Kami ingin memastikan kualitas rumah yang dibangun sesuai dengan ketentuan Kementerian PUPR. Di Jember, kualitas rumah subsidi sudah sangat bagus dan mendekati standar komersial, serta wajib mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF),” tegas Deddy.
Selain persoalan kualitas, Deddy mendorong pengembang mengadopsi material ramah lingkungan dan teknologi modern. Ia juga menekankan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam strategi pemasaran digital.
Menurutnya, digitalisasi menjadi bagian penting bagi pelaku industri properti untuk mempertahankan daya saing di tengah dinamika pasar.
Dari sisi pengembang daerah, Ketua Apersi Korwil Jember Asik Pamilu Hadi menyambut baik kehadiran jajaran pengurus pusat dan perbankan. Ia menilai kolaborasi tersebut dapat menjadi stimulus bagi pengembang daerah untuk terus menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat.
Namun, Asik juga membawa aspirasi terkait harga rumah subsidi. Ia meminta adanya penyesuaian harga jual karena biaya pembangunan mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
“Penyesuaian harga rumah sangat mendesak, menyusul kenaikan harga bahan bangunan serta peningkatan upah tenaga kerja selama beberapa tahun terakhir. Harga rumah subsidi sudah 3 tahun belum ada kenaikan harga,” ujarnya.
Persoalan harga tersebut menjadi salah satu perhatian pengembang karena biaya bahan bangunan dan tenaga kerja disebut terus meningkat. Sementara itu, penyediaan rumah subsidi tetap ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Apersi Korwil Jember optimistis kemitraan antara asosiasi, pengembang, dan lembaga pembiayaan perumahan dapat mendukung keberlanjutan program penyediaan rumah terjangkau bagi MBR.
Dalam road show tersebut, DPP Apersi juga menempatkan peningkatan kualitas hunian dan adaptasi teknologi sebagai bagian dari penguatan industri perumahan di daerah.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar