SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan survei terbaru dari Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) Academy, sebanyak 63,7 persen responden mengaku mengenal sosok anggota DPD RI. Dari angka tersebut, mayoritas mengenal nama Lia Istifhama, senator asal Surabaya.
Dalam rilis survei ARCI, Lia Istifhama mendapatkan apresiasi tertinggi sebagai anggota DPD RI asal Jawa Timur. Direktur Eksekutif ARCI, Baihaki Sirajt, menjelaskan bahwa dari responden yang mengenal anggota DPD RI, sebanyak 9,3 persen menyatakan sangat puas terhadap kinerjanya, 31,7 persen puas, dan 19,5 persen cukup puas. Sementara itu, 24,1 persen menyatakan kurang puas, dan sisanya sangat tidak puas. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan publik terhadap anggota DPD RI asal Jawa Timur mencapai 60,5 persen.
Lebih lanjut, kepada responden yang menyatakan puas, sangat puas, atau cukup puas, ARCI menanyakan siapa sosok anggota DPD RI asal Jawa Timur yang paling disukai kinerjanya. Hasilnya, Lia Istifhama dipilih oleh 70,5 persen responden, disusul oleh AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (21,6%), Ahmad Nawardi (4,2%), dan Kondang Kusumaning Ayu (3,7%).
“Popularitas dan kepuasan terhadap Ning Lia sangat kuat. Ini menunjukkan konsistensinya dalam menjaga amanah rakyat,” ujar Baihaki, Kamis (19/6/2025).
Baihaki menilai, tingginya apresiasi terhadap Ning Lia tidak lepas dari aktivitasnya yang rajin turun langsung ke berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur serta konsistensinya menyuarakan isu-isu rakyat seperti pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
Pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Mubarok, menilai Ning Lia berhasil membangun pola komunikasi politik yang membumi dan menyentuh akar rumput. “Ia mampu menghadirkan tradisi politik baru yang segar dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.
Senada, pengamat politik Universitas Airlangga (Unair), Fahlul Muzaqqi, menyebut kehadiran Ning Lia memberi warna baru dalam dinamika DPD RI. “Ia bukan sekadar simbol perwakilan daerah. Ning Lia menjadi jembatan antara pusat dan daerah, antara desa dan kota,” jelasnya.
Aktif di berbagai organisasi seperti Muslimat NU, Fatayat NU, PMII, dan HKTI, Ning Lia dinilai memiliki modal sosial kuat dalam menyuarakan aspirasi masyarakat secara substantif. “Keaktifannya dalam organisasi sosial-keagamaan memperkuat peran dan keberpihakannya terhadap keadilan sosial dan pemerataan pembangunan,” tambah Fahlul.
Capaian ini mempertegas bahwa figur yang dekat dengan rakyat dan aktif menjalin komunikasi dua arah akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat.
“Di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga negara, sosok seperti Ning Lia menjadi harapan baru bagi penguatan demokrasi berbasis nilai lokal,” pungkas Fahlul.
Sebagai tambahan, ARCI juga merilis survei terkait 100 hari kinerja Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, dengan hasil tingkat kepuasan publik mencapai 75,7 persen.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar