BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Setelah dua hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan MF (38), warga Kecamatan Labang, yang dilaporkan hilang terseret arus di kawasan pesisir Jembatan Suramadu. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (28/4), menyoroti kembali risiko keselamatan di wilayah pesisir saat cuaca ekstrem.
Proses pencarian melibatkan Satpolairud Polres Bangkalan, BPBD, dan Lanal Batuporon sejak laporan hilangnya korban pada Senin (27/4). Upaya ini menjadi bagian dari respons cepat aparat dalam penanganan kejadian darurat yang berdampak langsung pada keselamatan warga.
Kasihumas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menjelaskan korban ditemukan di perairan sisi barat Jembatan Suramadu yang masih masuk wilayah Kecamatan Labang.
“Korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka di Desa Pangpong untuk dimakamkan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat terkait tingginya risiko aktivitas di kawasan pesisir, khususnya saat kondisi cuaca tidak menentu. Dalam beberapa waktu terakhir, perubahan cuaca ekstrem memicu peningkatan gelombang dan arus laut yang berbahaya.
Selain berdampak pada keselamatan individu, kejadian seperti ini juga menjadi perhatian dalam aspek pelayanan publik, khususnya kesiapsiagaan penanganan bencana dan keselamatan wilayah pesisir.
Ipda Agung menegaskan, pihak kepolisian akan terus meningkatkan patroli serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait potensi bahaya di wilayah rawan.
“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar Jembatan Suramadu, terutama memancing, agar lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi pasang surut air,” tegasnya.
Langkah preventif ini dinilai penting untuk menekan potensi kejadian serupa, sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap keselamatan diri.
Dengan adanya sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan risiko kecelakaan di kawasan pesisir dapat diminimalkan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
“Kami berharap masyarakat lebih waspada agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Penulis : Lan
Editor : Zainul Arifin


















Komentar