Arus Ganas Suramadu Telan Pemuda Bangkalan, Ditemukan Tak Bernyawa

Rabu, 29 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi korban tenggelam di pesisir Suramadu, Selasa (28/4). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Evakuasi korban tenggelam di pesisir Suramadu, Selasa (28/4). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Setelah dua hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan MF (38), warga Kecamatan Labang, yang dilaporkan hilang terseret arus di kawasan pesisir Jembatan Suramadu. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (28/4), menyoroti kembali risiko keselamatan di wilayah pesisir saat cuaca ekstrem.

Proses pencarian melibatkan Satpolairud Polres Bangkalan, BPBD, dan Lanal Batuporon sejak laporan hilangnya korban pada Senin (27/4). Upaya ini menjadi bagian dari respons cepat aparat dalam penanganan kejadian darurat yang berdampak langsung pada keselamatan warga.

Kasihumas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menjelaskan korban ditemukan di perairan sisi barat Jembatan Suramadu yang masih masuk wilayah Kecamatan Labang.

“Korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka di Desa Pangpong untuk dimakamkan,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat terkait tingginya risiko aktivitas di kawasan pesisir, khususnya saat kondisi cuaca tidak menentu. Dalam beberapa waktu terakhir, perubahan cuaca ekstrem memicu peningkatan gelombang dan arus laut yang berbahaya.

Selain berdampak pada keselamatan individu, kejadian seperti ini juga menjadi perhatian dalam aspek pelayanan publik, khususnya kesiapsiagaan penanganan bencana dan keselamatan wilayah pesisir.

Ipda Agung menegaskan, pihak kepolisian akan terus meningkatkan patroli serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait potensi bahaya di wilayah rawan.

“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar Jembatan Suramadu, terutama memancing, agar lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi pasang surut air,” tegasnya.

Langkah preventif ini dinilai penting untuk menekan potensi kejadian serupa, sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap keselamatan diri.

Dengan adanya sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan risiko kecelakaan di kawasan pesisir dapat diminimalkan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.

“Kami berharap masyarakat lebih waspada agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Penulis : Lan

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas
Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu
Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya
Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta
Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 05:26

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:04

Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:43

Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Berita Terbaru