BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Bangkalan kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu daerah yang agresif mengembangkan ekosistem inovasi di Jawa Timur. Hal itu tergambar dari torehan tiga penghargaan sekaligus pada gelaran Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi (INOTEK Award) 2025 yang diadakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Kamis (13/11/2025). Penganugerahan diberikan langsung kepada Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi daerahnya mendorong kreativitas lintas sektor.
Ajang INOTEK merupakan agenda tahunan yang bertujuan merangsang budaya inovasi di ranah pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga pelaku industri kreatif. Melalui proses kurasi yang ketat, tim penilai memilih karya-karya yang dinilai memberi dampak langsung terhadap masyarakat, mendorong efisiensi layanan publik, dan memperkuat daya saing daerah. Tahun ini, Bangkalan kembali tampil menonjol dengan beragam inovasi yang tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga sosial dan edukatif.
Penghargaan pertama diraih melalui program “Duwe’ Beres” yang dikembangkan RSUD Syamrabu Bangkalan. Program ini berhasil menembus jajaran Top 6 Kategori Inovasi Daerah berkat pendekatannya yang mengintegrasikan digitalisasi layanan wisata edukasi berbasis sistem responsif dan efisien. Model ini dipuji karena mendorong kemudahan akses informasi kesehatan dan edukasi publik, sekaligus memperkuat pelayanan rumah sakit berbasis data.
Kategori kedua datang dari ranah pendidikan. Guru SMPN 1 Bangkalan, Hadi Sutrisno, M.Pd, berhasil membawa karya Game Edukasi Android bertajuk “Mat Croco” hingga masuk Top 15 Inovasi Teknologi Berbasis Website/Mobile Apps. Gim ini dikembangkan untuk membantu siswa memahami konsep matematika melalui pendekatan permainan interaktif, sehingga proses belajar lebih menyenangkan sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi digital di dunia pendidikan.
Sementara itu, inovasi ketiga berasal dari sektor industri kreatif. CV Daun Agel, pelaku UMKM asal Bangkalan, menembus Top 15 Kategori Inovasi Sosial Kependudukan melalui karya “Daun Agel Handy Craft”. Produk ini menonjol berkat pemanfaatan bahan baku lokal yang diolah menjadi kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Selain membuka peluang usaha, karya tersebut turut memberdayakan masyarakat sekitar melalui pelatihan dan pembukaan lapangan kerja.
Rangkaian capaian tersebut semakin memantapkan posisi Bangkalan sebagai daerah yang responsif terhadap perubahan dan terus menumbuhkan ekosistem inovatif. Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ruang kreatif yang produktif, baik di institusi pemerintah, pendidikan, maupun UMKM.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mengembangkan gagasan kreatif di daerahnya. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi penanda bahwa semangat berinovasi telah mengakar dan harus terus diperluas.
“Prestasi ini adalah bukti bahwa semangat berinovasi terus hidup di Bangkalan. Kami akan terus mendorong munculnya gagasan-gagasan kreatif untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik dan efisien bagi masyarakat,” pungkasnya.
Lainnya:
- Ratusan Warga Kepung Jalan Rusak, Bupati Asahan Turun Tangan Desak Perbaikan Jalur Vital Ekonomi
- Prabowo Kunci Polri Tetap di Bawah Presiden, IPW: Benteng Independensi Penegakan Hukum
- Konten Digital Kian Tak Terkendali, DPD RI dan KPID Jatim Desak RUU Penyiaran Dikebut
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








