BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Bangkalan terus menunjukkan geliatnya dalam inovasi pelayanan publik. Dalam ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Bupati Bangkalan Lukman Hakim memaparkan berbagai terobosan daerah yang menempatkan Bangkalan sebagai salah satu kabupaten paling progresif di Indonesia.
Presentasi tersebut berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (5/11/2025). Dari 53 daerah yang lolos seleksi nasional, Bangkalan menjadi salah satu yang menarik perhatian tim penilai berkat konsistensinya mendorong inovasi berbasis digital dan lingkungan berkelanjutan.
Dalam paparannya, Bupati Lukman menegaskan bahwa arah pembangunan Bangkalan bertumpu pada semangat kolaboratif dan keberlanjutan.
“Setiap inovasi yang lahir bukan sekadar proyek, tetapi wujud kerja bersama antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Tujuannya satu: pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berdampak bagi kesejahteraan,” ujarnya.
Visi besar pembangunan daerah itu diterjemahkan melalui misi Panca Dharma Prasetya Bangkalan, mulai dari penguatan karakter religius dan daya saing, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, hingga penciptaan sistem layanan publik yang melayani dan mandiri. Dalam forum IGA 2025, Lukman membawa dua inovasi unggulan: Bangga Command Center (BCC) dan Rumah Daur Ulang (RDU).
Bangga Command Center merupakan sistem kendali berbasis data terintegrasi yang memungkinkan pemerintah memantau berbagai indikator daerah secara real time mulai dari statistik kependudukan, infrastruktur, pengendalian inflasi, hingga aduan masyarakat. Sistem ini menjadi otak pengambilan keputusan cepat di lingkungan Pemkab Bangkalan.
Sementara itu, Rumah Daur Ulang (RDU) menjadi simbol inovasi hijau Bangkalan. Program ini menerapkan konsep Zero Waste Management dengan mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi seperti bahan bakar padat RDF, briket, dan plaff. Kapasitas pengolahan yang semula hanya 10 ton per hari pada 2023 kini meningkat menjadi 15 ton per hari di 2025. Inovasi ini bukan hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menambah nilai ekonomi lokal hingga lebih dari Rp19 miliar.
Kemajuan tersebut berbanding lurus dengan lonjakan skor Indeks Inovasi Daerah. Pada 2024, Bangkalan berhasil menembus empat besar kabupaten terinovatif nasional dengan skor 83,7. Tahun ini, tren peningkatan masih berlanjut seiring dengan penguatan ekosistem inovasi melalui regulasi daerah, seperti Perbup Nomor 30 Tahun 2024 tentang Peta Jalan Pemajuan IPTEK Daerah dan Perbup Nomor 36 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah.
Bupati Lukman menilai, inovasi bukan hanya soal teknologi, melainkan tentang perubahan pola pikir birokrasi dan partisipasi masyarakat.
“Kami ingin membangun pemerintahan yang adaptif terhadap perubahan dan terbuka terhadap kolaborasi. Inovasi harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat,” tuturnya.
Menutup presentasi, Lukman Hakim menyampaikan optimismenya bahwa Bangkalan siap bersaing untuk meraih predikat Kabupaten Terinovatif pada ajang IGA 2025.
“Kita tidak berinovasi demi penghargaan, tetapi demi masa depan. Bangkalan ingin menjadi contoh daerah yang terus belajar, tumbuh, dan bertransformasi menuju kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
Lainnya:
- DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
- Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
- Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








