Banjir Terbesar Rendam 85 Rumah di Kedungringin Pasuruan, Wabup Gus Shobih Turun Tangan Salurkan Bantuan

Kamis, 26 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Pasuruan Shobih Asrori saat meninjau dan menyerahkan bantuan korban banjir, Rabu (25/3/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wabup Pasuruan Shobih Asrori saat meninjau dan menyerahkan bantuan korban banjir, Rabu (25/3/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Banjir besar kembali merendam Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, sejak Selasa (24/3/2026) malam. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu banjir terbesar yang melanda kawasan tersebut, dengan puluhan rumah warga terdampak.

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, turun langsung meninjau lokasi pada Rabu (25/3/2026) siang. Ia didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto serta Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Dalam kunjungannya, Gus Shobih—sapaan akrabnya—menyerahkan bantuan berupa nasi bungkus, makanan siap saji, dan logistik lainnya kepada warga terdampak. Selain itu, rombongan juga memantau aktivitas petugas dan relawan di Shelter Kebencanaan Bangil yang menjadi pusat distribusi bantuan.

“Keberadaan shelter ini sangat membantu kebutuhan mendesak warga, khususnya makanan dan air minum. Kami mengapresiasi seluruh petugas yang terlibat,” ujar Gus Shobih.

Banjir kali ini merendam empat dusun, yakni Bahrowo, Gersikan, Kedungringin Tengah, dan Kedungringin Selatan. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pasuruan, wilayah terparah berada di Kedungringin Tengah dengan 85 rumah terendam dan ketinggian air mencapai 110 sentimeter.

Gus Shobih mengungkapkan, Desa Kedungringin memang menjadi kawasan langganan banjir saat curah hujan tinggi. Namun, intensitas banjir kali ini dinilai lebih besar dibandingkan kejadian sebelumnya.

“Banjir sejak tadi malam hingga hari ini bisa dibilang yang terbesar. Karena itu, diperlukan kajian teknis bersama agar ke depan dampaknya bisa diminimalkan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana melakukan evaluasi menyeluruh terkait penyebab banjir, termasuk sistem drainase dan aliran sungai di wilayah tersebut.

Di sisi lain, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

“Mudah-mudahan cuaca segera membaik agar banjir cepat surut dan aktivitas warga kembali normal,” pungkas Gus Shobih.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Berita Terbaru