Bansos Sering Salah Sasaran, Anggota DPD RI Ning Lia Ungkap Biang Keroknya

- Redaksi

Jumat, 15 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama (paling kanan), berpose bersama sejumlah anggota dewan usai menghadiri sidang di gedung parlemen, Jakarta (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama (paling kanan), berpose bersama sejumlah anggota dewan usai menghadiri sidang di gedung parlemen, Jakarta (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Distribusi bantuan sosial yang belum tepat sasaran menjadi sorotan anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama. Ia menilai kunci perbaikan ada pada integrasi data sosial ekonomi hingga ke tingkat desa. Hal itu disampaikan anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, saat membahas evaluasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, khususnya terkait dampak pengintegrasian Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurut Lia, atau akrab disapa Ning Lia, keluhan dari masyarakat desa menunjukkan masih adanya masalah pada basis data sosial ekonomi yang belum terintegrasi secara optimal. Akibatnya, berbagai kebijakan dan program pemerintah sulit mencapai target penerima yang benar-benar membutuhkan.

“Banyak aspirasi dari warga desa yang mengeluhkan data mereka tidak sesuai realita di lapangan. Akibatnya, bantuan yang seharusnya mereka terima malah tidak sampai, sementara yang tidak berhak justru mendapatkan,” ujar Lia.

Ia juga menyoroti hambatan pada program berbasis potensi lokal. “Inisiatif seperti Koperasi Merah Putih sebenarnya sangat bermanfaat untuk pemberdayaan ekonomi, tapi terhambat karena kita tidak punya data yang valid untuk perencanaan,” tambahnya.

Untuk itu, Lia merekomendasikan integrasi data lintas sektor yang mencakup bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. “Kalau datanya terhubung dari desa sampai pusat, pemerintah bisa merancang kebijakan berbasis bukti yang lebih efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, DPD RI akan mendorong pemerintah pusat dan daerah membentuk pusat data di tingkat desa yang terhubung langsung dengan basis data nasional. Sistem ini diharapkan menjadi dasar perencanaan program strategis, mulai dari bantuan sosial hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Data yang terintegrasi bukan hanya memudahkan distribusi bantuan, tapi juga menjadi peta jalan pembangunan yang berkelanjutan dan adil,” tegas Lia.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru