BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan 400 dosis vaksin rabies gratis bagi hewan peliharaan masyarakat sebagai langkah antisipasi untuk mempertahankan status zero rabies di daerah tersebut.
Vaksinasi digelar di Rumah Sakit Hewan (RSH) Banyuwangi, Kamis (24/9/2026), dalam rangkaian Go Cat +R pada Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan. Ratusan warga datang membawa hewan peliharaan mereka untuk mendapatkan vaksinasi.
Hewan yang dibawa masyarakat didominasi kucing dan anjing. Selain hewan peliharaan, anjing K9 milik Polresta Banyuwangi juga mendapat vaksinasi rabies.
Kadis Pertanian dan Pangan Banyuwangi Danang Hartanto mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan kasus rabies di Banyuwangi. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi untuk mempertahankan status zero rabies.
“Salah satunya melalui pemberian vaksinasi rabies gratis, baik yang dipelihara di rumah maupun yang dilepasliarkan di lingkungan,” tuturnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto, mengatakan sebanyak 400 dosis vaksin rabies telah disiapkan.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 200 dosis digunakan di RSH Banyuwangi. Sementara dosis lainnya dialokasikan untuk vaksinasi di Puskeswan Rogojampi, Genteng, dan Gambiran.
“Data yang kami himpun 249 kucing, 16 anjing telah melakukan vaksinasi rabies di RSH Banyuwangi. Serta 45 kucing, dan 5 anjing di Puskeswan,” terang Nanang.
Dengan demikian, berdasarkan data yang disampaikan Nanang, sebanyak 315 hewan telah mendapatkan vaksinasi rabies pada rangkaian kegiatan tersebut.
Selain vaksinasi, hewan yang datang juga diperiksa kondisi kesehatannya. Pemilik hewan turut mendapatkan layanan berupa pemberian vitamin dan obat cacing.
“Hewan-hewan tersebut selain divaksinasi juga diperiksa kesehatan dan diberikan vitamin termasuk pemberian obat cacing,” sambungnya.
Salah satu warga Sukowidi, Wulan, datang membawa kucing kesayangannya bernama Koi. Ia memanfaatkan kegiatan tersebut tidak hanya untuk vaksinasi, tetapi juga memeriksakan kondisi kucingnya.
“Saya awalnya punya 10 kucing, tapi mati 9 sisa 1, karena bediding. Belajar dari tersebut, di acara ini sekaligus datang untuk kontrol, pemberian vitamin dan obat cacing,” kata Wulan.
Selain vaksinasi, Pemkab Banyuwangi juga memperkuat layanan kesehatan hewan melalui layanan baru di RSH Banyuwangi, Jalan RA Kartini Nomor 56.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesehatan hewan sekaligus memperkenalkan layanan khusus penyakit dalam dan bedah hewan.
“Ini rutin kami lakukan untuk meningkatkan kesehatan hewan di Banyuwangi. Sekaligus kami juga ingin mengenalkan layanan baru di RSH Banyuwangi, ada layanan khusus penyakit dalam dan bedah hewan,” kata Ipuk.
Unit layanan tersebut menangani lima bidang, yakni penyakit dalam, bedah, reproduksi, nutrisi, dan patologi anatomi. Pelayanannya didukung sejumlah peralatan pemeriksaan, antara lain hematology analyzer, pemeriksaan kimia darah, ultrasonografi (USG), X-Ray, pemeriksaan histopatologi, serta pemeriksaan parasit.
Layanan tersebut juga diperkuat dengan dokter hewan yang memiliki keahlian di berbagai bidang.
Upaya vaksinasi dan penguatan layanan kesehatan hewan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Banyuwangi dalam menjaga kesehatan hewan sekaligus mencegah penularan penyakit zoonosis seperti rabies.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar