Banyuwangi Tanam 20 Ribu Pohon di Sumberjambe untuk Mitigasi Bencana Banjir Pesanggaran

Sabtu, 14 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo memimpin penanaman 20 ribu pohon di HGU Kebun Sumberjambe, Pesanggaran, Kamis (12/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo memimpin penanaman 20 ribu pohon di HGU Kebun Sumberjambe, Pesanggaran, Kamis (12/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama PTPN I Regional 5 menanam 20 ribu pohon di areal HGU Kebun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Kamis (12/2/2026). Reboisasi ini difokuskan pada kawasan konservasi yang menjadi daerah tangkapan air guna menekan risiko banjir di wilayah hilir, khususnya sepanjang Sungai Karang Tambak.

Penanaman dipimpin Sekretaris Daerah Banyuwangi Guntur Priambodo dan diikuti jajaran PTPN I Regional 5, organisasi perangkat daerah seperti DLH, BPBD, Dinas PU Pengairan, Dinas Pertanian, TNI-Polri, camat, serta warga setempat.

“Reboisasi ini bagian dari upaya mitigasi risiko bencana, khususnya banjir,” ujar Guntur di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, sebagian besar area Kebun Sumberjambe berfungsi sebagai penyangga lingkungan dan sumber aliran sungai menuju permukiman Pesanggaran. Kondisi tutupan vegetasi di wilayah hulu dinilai berpengaruh langsung terhadap debit dan potensi luapan air di hilir.

Menurutnya, peremajaan tanaman diperlukan agar fungsi konservasi tetap optimal. Dengan vegetasi yang baik, daya serap air meningkat sehingga limpasan air hujan dapat ditekan.

“Kalau daerah atas terjaga, risiko banjir di bawah bisa dikurangi. Ini langkah jangka panjang yang harus konsisten dilakukan,” tegasnya.

Selain mitigasi banjir, penghijauan ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan air dan pangan masyarakat. Kawasan Sumberjambe disebut strategis karena menjadi penopang ekosistem sekaligus penyangga sumber daya air bagi lahan pertanian dan permukiman.

Pemkab Banyuwangi menargetkan program serupa terus berlanjut sebagai bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana berbasis lingkungan. Kolaborasi pemerintah, BUMN perkebunan, dan masyarakat diharapkan menjaga keberlanjutan fungsi hutan konservasi di wilayah selatan Banyuwangi.

“Menjaga hulu berarti melindungi kehidupan di hilir. Ini tanggung jawab bersama,” pungkas Guntur.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru