Banyuwangi Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum Tiap Jumat, Ipuk Berangkat Naik Becak Listrik

Sabtu, 14 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berangkat kerja naik becak listrik dalam gerakan transportasi umum tiap Jumat, Jumat (13/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berangkat kerja naik becak listrik dalam gerakan transportasi umum tiap Jumat, Jumat (13/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar gerakan wajib menggunakan transportasi umum dan ojek online setiap Jumat. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberi contoh dengan berangkat kerja tanpa kendaraan dinas, Jumat (13/2/2026), menggunakan becak listrik menuju Kantor Pemkab.

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Setiap Jumat, pegawai diwajibkan berangkat dan pulang kerja menggunakan moda transportasi publik, seperti angkutan kota, ojek online, maupun becak listrik.

“Ini gerakan rutin setiap Jumat dan akan terus berlanjut. Seluruh karyawan pemkab berangkat dan pulang kerja menggunakan transportasi publik,” kata Ipuk.

Becak listrik yang digunakan Ipuk merupakan bagian dari bantuan Presiden Prabowo kepada pengemudi becak lansia di Banyuwangi. Program tersebut diharapkan memperkuat ekonomi pelaku transportasi tradisional sekaligus mendukung transisi ke kendaraan ramah lingkungan.

“Nyaman juga naik becak listrik ini, tahu-tahu sudah sampai kantor,” ujarnya.

Menurut Ipuk, gerakan ini memiliki dua tujuan utama: meningkatkan pendapatan sopir angkutan umum serta mengurangi emisi kendaraan pribadi di kawasan perkotaan. Kebijakan tersebut juga dinilai sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung transportasi berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Ipuk membagikan helm kepada sejumlah pengemudi ojek online sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan berkendara.

Salah satu pengemudi ojek online asal Kecamatan Licin, Ambon, mengaku program ini berdampak positif terhadap penghasilannya. Ia juga merasakan manfaat dari pertumbuhan pariwisata Banyuwangi yang mendatangkan wisatawan mancanegara.

“Beruntungnya saya bisa bahasa Inggris sedikit-sedikit. Karena tamu yang saya antar ada dari Australia dan Selandia Baru,” katanya.

Ambon berharap ada pelatihan bahasa asing bagi pengemudi agar pelayanan terhadap wisatawan semakin baik.

Ipuk menegaskan, keberlanjutan gerakan ini membutuhkan dukungan bersama. “Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari dukungan kita agar transportasi umum semakin berdaya,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru