NTB, RadarBangsa.co.id – Pengelolaan anggaran dan kesiapan infrastruktur menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah resmi ditetapkan sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Sehari setelah menerima Surat Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 129 Tahun 2026, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal langsung memimpin rapat strategis guna mematangkan langkah awal persiapan penyelenggaraan ajang olahraga terbesar nasional tersebut.
Rapat yang digelar di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB itu dihadiri Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Sekretaris Daerah, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta instansi terkait yang akan terlibat dalam persiapan PON 2028. Langkah cepat tersebut menjadi tindak lanjut awal setelah NTB ditetapkan sebagai tuan rumah bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DKI Jakarta.
Dalam arahannya, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa waktu persiapan yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal. Seluruh perangkat daerah diminta bergerak sejak dini dengan perencanaan yang terukur agar setiap tahapan persiapan berjalan sesuai target.
Menurutnya, keberhasilan PON tidak hanya ditentukan oleh kesiapan penyelenggaraan, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah mengelola sumber daya secara efektif. Karena itu, ia memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan anggaran daerah yang akan dialokasikan untuk mendukung persiapan event nasional tersebut.
“Setiap rupiah yang kita keluarkan harus memiliki nilai strategis. Kita tidak hanya mengejar sukses penyelenggaraan, tetapi juga memastikan bahwa investasi yang dilakukan mampu memperkuat pembinaan olahraga, meningkatkan kualitas fasilitas yang ada, dan melahirkan prestasi yang membanggakan bagi atlet-atlet NTB,” kata Iqbal.
Ia menekankan bahwa kebijakan penganggaran harus memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah. Selain mendukung pelaksanaan PON, belanja yang dilakukan pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur olahraga dan memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Dalam rapat tersebut, Pemprov NTB juga menegaskan komitmen untuk mengoptimalkan fasilitas olahraga yang telah tersedia. Kebijakan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong efisiensi penyelenggaraan melalui pemanfaatan venue eksisting dibanding pembangunan infrastruktur baru yang tidak mendesak.
Fokus persiapan diarahkan pada pembenahan dan peningkatan kualitas fasilitas sesuai kebutuhan cabang olahraga yang nantinya ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pemerintah daerah menyatakan siap menyesuaikan pembagian cabang olahraga berdasarkan keputusan nasional dengan mempertimbangkan kesiapan sarana dan efektivitas penyelenggaraan.
Bagi NTB, status tuan rumah tidak sekadar menjadi kebanggaan daerah. Pemerintah provinsi ingin menjadikan PON 2028 sebagai momentum untuk meningkatkan prestasi olahraga sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan atlet yang selama ini telah berjalan.
“PON XXII Tahun 2028 harus menjadi titik balik kebangkitan olahraga NTB. Kita ingin sukses sebagai penyelenggara, tetapi yang tidak kalah penting adalah sukses melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ujarnya.
Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri menilai persiapan PON merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan kabupaten/kota, organisasi olahraga, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun sinergi sejak tahap perencanaan agar setiap program dapat berjalan tepat waktu dan sesuai target. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan PON 2028.
Selain kesiapan venue dan pembinaan atlet, rapat juga membahas strategi pendanaan jangka panjang serta penguatan koordinasi antarinstansi. Pemerintah berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan efektif sehingga manfaat penyelenggaraan PON dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Bagi NTB, PON 2028 bukan hanya agenda olahraga nasional. Ajang ini juga dipandang sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor sport tourism, memberdayakan pelaku UMKM, serta memperkenalkan potensi daerah kepada khalayak nasional.
Dengan dimulainya langkah persiapan sejak hari pertama penerimaan SK, Pemprov NTB menegaskan komitmennya menjadikan PON 2028 sebagai momentum penguatan olahraga dan pembangunan daerah. “Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar target tersebut dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar