Begini Cara Oknum Wartawan Tulungaggung Peras Kades – RadarBangsa Lamongan

Sabtu, 17 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oknum wartawan pemeras kepala desa saat diamankan Polres Trenggalek (ist)

Oknum wartawan pemeras kepala desa saat diamankan Polres Trenggalek (ist)

TRENGGALEK, RadarBangsa.co.id — Satreskrim Polres Trenggalek menangkap tiga wartawan asal Tulungagung yang diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah kepala desa di wilayah Trenggalek. Ketiga pelaku yang berinisial MY (43), NS (46), dan HS (46) diketahui merupakan jurnalis media online Kompas Nusantara.

Kasus ini terbongkar setelah beberapa kepala desa melaporkan dugaan pemerasan yang mereka alami kepada pihak kepolisian. Menurut keterangan para korban, modus operandi para tersangka adalah dengan mengancam akan memberitakan kasus korupsi fiktif di desa mereka jika tidak diberikan sejumlah uang sebagai “tebusan.”

Hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa setidaknya tiga kepala desa menjadi korban pemerasan tersebut, yaitu Kepala Desa Sumurup yang mengalami kerugian Rp 20 juta, Kepala Desa Surenlor Rp 5 juta, dan Kepala Desa Masaran sebesar Rp 12 juta.

Operasi tangkap tangan dilakukan di sebuah warung makan saat ketiga tersangka sedang menerima uang suap. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 5 juta, tiga unit telepon genggam, tiga kartu pers yang diduga milik pelaku, serta satu unit mobil yang digunakan untuk operasional kegiatan mereka.

Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto, membenarkan penangkapan ini dan menyatakan bahwa ketiga tersangka kini sudah ditahan di Rumah Tahanan Polres Trenggalek. Mereka dijerat dengan pasal pemerasan, yang ancaman hukumannya dapat mencapai empat tahun penjara.

“Kami akan terus melakukan pendalaman kasus ini dan memastikan tidak ada oknum wartawan yang menyalahgunakan profesinya untuk tindakan kriminal,” ujar Kompol Herlinarto.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut integritas dan etika jurnalistik yang harus dijaga, sekaligus mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap praktik media demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru