Bersama KASAU, Senator Cantik Lia Istifhama Serukan Rebut Kembali Kejayaan Gula Nasional di Jember

Minggu, 12 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KASAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono bersama Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama menghadiri panen raya tebu dan Deklarasi Pengukuhan KASAU sebagai Ketua Dewan Penasihat APTRI di Jember, Jumat (10/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KASAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono bersama Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama menghadiri panen raya tebu dan Deklarasi Pengukuhan KASAU sebagai Ketua Dewan Penasihat APTRI di Jember, Jumat (10/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyerukan kebangkitan industri gula nasional melalui penguatan kolaborasi antara petani, pemerintah, TNI, dan pelaku industri. Seruan tersebut mengemuka dalam Deklarasi Pengukuhan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono sebagai Ketua Dewan Penasihat APTRI di Jember, Jumat (10/7/2026).

Momentum yang bertepatan dengan panen raya tebu itu turut dihadiri Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama, Ketua Dewan Pembina APTRI HM Arum Sabil, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, Bupati Jember Muhammad Fawait, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra, Forkopimda, serta perwakilan APTRI dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

Ketua Dewan Pembina APTRI HM Arum Sabil menilai Indonesia memiliki modal sejarah yang kuat untuk kembali menjadi negara produsen gula dunia. Menurutnya, kejayaan industri gula nasional tidak boleh berhenti sebagai catatan masa lalu, melainkan menjadi pijakan untuk membangun kembali kemandirian pangan.

“Sejarah panjang industri gula di tanah air tidak boleh sekadar menjadi catatan masa lalu. Ini harus menjadi bahan bakar semangat, bahan bakar perjuangan kita untuk mewujudkan swasembada pangan hari ini,” kata Arum Sabil, Sabtu (11/7/2026).

Arum mengingatkan bahwa pada 1930 Indonesia mampu memproduksi sekitar 3 juta ton gula dan menjadi salah satu penguasa pasar dunia. Pencapaian tersebut diraih dengan luas lahan sekitar 200 ribu hektare serta dukungan teknologi yang jauh lebih sederhana dibandingkan kondisi saat ini.

Menurutnya, fakta sejarah itu menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan. Di tengah kemajuan teknologi dan mekanisasi, produktivitas gula nasional dinilai belum mampu mengembalikan posisi Indonesia sebagai negara yang mandiri.

“Ini merupakan tantangan bagi kita semua. Kehadiran KASAU di barisan penasihat APTRI harus menjadi momentum emas untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Ia menegaskan berkumpulnya berbagai unsur pemerintah, TNI, pelaku industri, hingga petani di Jember harus menjadi titik balik kebangkitan sektor pergulaan nasional.

“Tujuan kita berkumpul di Jember hari ini hanya satu, yaitu menyatukan kekuatan untuk mengembalikan kekayaan dan kejayaan produksi gula nasional kita,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, KASAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menyatakan dukungan penuh terhadap upaya mewujudkan swasembada gula. Ia mengaku prihatin Indonesia masih bergantung pada impor meski memiliki potensi lahan yang besar.

“Kami sangat mendukung target dari Presiden terhadap PT Sinergi Gula Nusantara agar Indonesia kembali mandiri dalam memproduksi gula,” ujar Tonny.

Ia mengatakan keterlibatan dirinya sebagai Dewan Penasihat APTRI merupakan bagian dari komitmen mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk memperkuat sektor tebu agar Indonesia mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Kita diamanahi oleh Presiden untuk fokus terhadap ketahanan swasembada pangan dalam urusan tebu-gula. Maka dari itu, saya punya kewajiban moral membangun kekuatan ini agar kita tidak perlu impor lagi,” imbuhnya.

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menegaskan perubahan kondisi industri gula nasional harus menjadi motivasi bersama. Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah menjadi eksportir gula terbesar dunia, namun kini justru menjadi salah satu importir terbesar.

“Tahun 1930, Indonesia adalah pengekspor gula pasir dunia terbesar setelah Kuba. Hari ini, kita adalah importir gula terbesar dunia. Ini adalah fakta yang harus tersampaikan sebagai pecut semangat kita semua,” ungkap Mahmudi.

Kehadiran Senator Jawa Timur Lia Istifhama bersama jajaran pemerintah, TNI, pelaku industri, dan petani tebu dalam kegiatan tersebut mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap penguatan industri gula nasional. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas tebu, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengembalikan daya saing gula Indonesia di tingkat global.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru