Biadab! Oknum LSM di Lamongan Diduga Peras Warga, Desakan Tangkap Sekarang Juga Menggema

Kamis, 5 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

oknum LSM pelaku pemerasan  |Ilustrasi RadarBangsa

oknum LSM pelaku pemerasan |Ilustrasi RadarBangsa

LAMONGAN , RadarBangsa.co.id – Kasus dugaan pemerasan dan pengancaman yang melibatkan dua oknum LSM berinisial SK dan SW terhadap warga Desa Pajangan, Kecamatan Sukodadi, menjadi perhatian publik.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Polres Lamongan pada Rabu, 29 Mei 2025, oleh korban berinisial ZA. Dalam laporannya, ZA menyebut aksi dugaan pemerasan itu terjadi pada Minggu malam, 25 Mei 2025, sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat itu, kedua terlapor menuding adanya limbah dari tempat pemotongan hewan milik ZA yang mencemari sawah warga. Dengan dalih ingin membantu menyelesaikan masalah, SW diduga meminta uang sebesar Rp 20 juta sebagai bentuk kompensasi terhadap pemilik sawah, sambil mengancam akan melanjutkan persoalan ke pihak berwenang jika permintaan tidak dipenuhi.

“Karena takut, saya hanya sanggup memberikan uang Rp 1,5 juta kepada SW,” ujar ZA dalam aduannya.

Namun, ancaman tetap dilontarkan, sehingga korban merasa semakin tertekan dan akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Lamongan.

Selain kasus ZA, beredar pula informasi sejumlah dugaan pemerasan lainnya yang melibatkan nama SK di berbagai wilayah Lamongan. Di antaranya, kasus SPBU Siman Kecamatan Sekaran, SK diduga meminta uang Rp 40 juta, namun hanya diberikan Rp 6 juta. Seluruh aktivitas diduga terekam CCTV dan disimpan oleh pihak pengelola bernama Yahya. Sayangnya, pihak SPBU disebut masih takut untuk melapor ke polisi.

Kasus Dugaan Pungli di SMAN Sekaran, SK diduga menerima uang sebesar Rp 5 juta dari pihak sekolah terkait tuduhan pungli.

Kasus Briket Arang di Jalan Raya Pucuk, SK kembali diduga meminta uang Rp 5 juta dengan alasan perusahaan tidak berizin.
Masyarakat yang mengetahui sepak terjang para terlapor menyatakan kekesalan dan mendesak aparat bertindak tegas.

Mereka menyebut akan terus mengawal kasus ini hingga para pelaku diproses hukum.“Supaya ada efek jera, dan tidak ada lagi korban berikutnya,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Lamongan belum memberikan keterangan resmi. Namun berdasarkan informasi yang diterima, kasus ini juga telah diteruskan ke Polda Jawa Timur dan mendapat perhatian khusus dari Kabid Humas dan Kabid Propam Polda Jatim.

“Siap, terima kasih atas informasinya,” tegas Asep, Kabid Propam Polda Jatim melalui perwakilannya.

Masyarakat berharap proses hukum terhadap kasus ini segera berjalan secara terbuka dan adil, demi menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Lamongan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru